Stabat, Langkatoday.com – Bencana banjir dan angin puting beliung melanda sejumlah wilayah Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dalam dua hari terakhir.
Peristiwa tersebut menyebabkan satu warga meninggal dunia, tiga orang terluka, enam rumah rusak dan 26 warga mengungsi.
Angin puting beliung terjadi di Desa Sei Litur Tasik, Kecamatan Sawit Seberang, Selasa (29/9) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kabid Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumut Sri Wahyuni mengatakan, angin kencang tersebut merusak sejumlah rumah dan menyebabkan warga menjadi korban.
“Puting beliung ini menyebabkan beberapa rumah mengalami kerusakan dan mengakibatkan beberapa warga terluka dan satu orang meninggal dunia tertimpa dinding rumah,” kata Sri Wahyuni dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9).
Data sementara mencatat enam rumah mengalami kerusakan. Selain satu korban meninggal dunia, tiga warga lainnya mengalami luka-luka.
Identitas korban hingga kini belum disampaikan BPBD Sumut.
Pasca-kejadian, BPBD Sumut bersama Pemerintah Kabupaten Langkat melakukan penanganan di lokasi terdampak, termasuk asesmen serta koordinasi dengan pemerintah setempat.
“Kondisi terkini saat ini, lokasi terdampak masih dalam penanganan oleh pemerintah setempat,” ujar Sri.
Banjir Rendam Tiga Kecamatan

Selain puting beliung, banjir juga melanda tiga kecamatan di Langkat pada Rabu (30/9) sekitar pukul 16.00 WIB.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Padang Tualang, Tanjung Pura dan Sei Lepan.
BPBD Sumut menyebut banjir dipicu tingginya curah hujan yang menyebabkan sejumlah sungai meluap.
Ketinggian air di sejumlah lokasi dilaporkan mencapai sekitar 40 hingga 60 sentimeter.
Sebanyak 26 warga terpaksa mengungsi setelah rumah mereka terdampak genangan.
Meski demikian, kondisi banjir mulai berangsur membaik. Ketinggian air di sebagian wilayah dilaporkan terus menurun dan sejumlah genangan mulai menghilang.
“Namun ketinggian sebagian wilayah airnya terus menurun, genangan berangsur hilang meskipun cuaca saat ini mendung disertai hujan,” kata Sri Wahyuni.
BPBD bersama pemerintah daerah masih melakukan pemantauan terhadap wilayah terdampak, terutama mengantisipasi kemungkinan hujan kembali turun yang dapat memicu genangan maupun bencana susulan.
Editor : Fadli













Komentar