Iran Meradang, Tolak Ajakan Trump Bahas Nuklir

- Pewarta

Selasa, 21 Oktober 2025 - 11:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

JAKARTA, LANGKATODAY – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menolak tawaran Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk kembali ke meja perundingan membahas isu nuklir. Khamenei menilai ajakan tersebut tidak tulus setelah serangan udara AS menghantam tiga fasilitas nuklir Iran pada 22 Juni lalu.

Serangan itu terjadi saat Iran dan AS telah menjalani lima putaran perundingan nuklir, dan di tengah konflik yang masih berlangsung antara Iran dan Israel. Khamenei menilai langkah Washington sebagai bentuk pengkhianatan.

“Trump mengatakan dia pembuat kesepakatan yang andal. Tapi jika kesepakatan disertai paksaan dan hasilnya sudah ditentukan, itu bukan kesepakatan, melainkan intimidasi,” tegas Khamenei, dikutip dari Reuters, Selasa (21/10).

Baca Juga:  Kalah Hasil Quick Count, Begini Reaksi Edy Rahmayadi dan Tim

Dalam pidatonya di hadapan parlemen Israel, Knesset, Trump sebelumnya menyebut bahwa AS ingin menegosiasikan kesepakatan damai baru dengan Iran, menyusul gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Ia juga mengklaim AS telah menghancurkan sebagian besar fasilitas nuklir Iran.

Pernyataan itu langsung dibantah Khamenei.

“Presiden AS dengan bangga mengatakan mereka mengebom dan menghancurkan industri nuklir Iran. Baiklah, teruslah bermimpi!” ujarnya.

Khamenei menegaskan bahwa AS tidak berhak mencampuri urusan dalam negeri Iran, termasuk terkait kebijakan nuklir.

Baca Juga:  Para Ekstremis Kristen di Balik Serangan Trump ke Iran

“Intervensi ini tidak pantas, salah, dan bersifat memaksa,” tambahnya.

Negara-negara Barat menuduh Iran diam-diam mengembangkan senjata nuklir melalui pengayaan uranium, namun Iran berkali-kali menegaskan bahwa program nuklirnya murni untuk kepentingan sipil.

Sebelumnya, pada Sabtu (18/10), Iran mengumumkan tidak lagi terikat dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2015 yang membatasi aktivitas nuklirnya berdasarkan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA). Iran kini hanya berpegang pada Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), yang memberi hak bagi setiap negara untuk mengembangkan energi nuklir untuk tujuan damai.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua PD Al Washliyah Langkat Apresiasi Kinerja dan Dukung Kepemimpinan Plt Bupati
Pergantian Direksi BUMD Langkat Mencuat, Ini Kata Orang Dalam
Hana Kuraki, Aktris AV Jepang, Dikabarkan Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun
Sebelum Dicopot, Purbaya Mau Sikat Perusahaan Asing yang Hina Aturan RI
Polisi Sebut Wanita yang ‘Digoyang’ Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Sosok Sika Ae, Wanita Simpanan Biksu yang Digoyang di Meja Makan
Seorang Biksu Senior Thailand Terekam CCTV Berhubungan Seks dengan Asisten Wanitanya
Sebut Islam “Radikal”, Dewan Pendidikan Texas Sahkan Kurikulum Studi Sosial Baru yang Menuai Kecaman

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 17:35 WIB

Ketua PD Al Washliyah Langkat Apresiasi Kinerja dan Dukung Kepemimpinan Plt Bupati

Kamis, 17 September 2026 - 14:36 WIB

Pergantian Direksi BUMD Langkat Mencuat, Ini Kata Orang Dalam

Rabu, 16 September 2026 - 20:32 WIB

Hana Kuraki, Aktris AV Jepang, Dikabarkan Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun

Selasa, 15 September 2026 - 10:40 WIB

Sebelum Dicopot, Purbaya Mau Sikat Perusahaan Asing yang Hina Aturan RI

Senin, 14 September 2026 - 12:43 WIB

Polisi Sebut Wanita yang ‘Digoyang’ Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil

Terbaru

Berita

Nilai Kabupaten Layak Anak Langkat Turun, Ini Penyebabnya

Selasa, 22 Sep 2026 - 17:14 WIB