Donald Trump Ancam Bakal Pakai Senjata Terkuat Jika Negosiasi AS-Iran Gagal

- Pewarta

Sabtu, 11 April 2026 - 17:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Foto: Facebook The White House

Foto: Facebook The White House

Jakarta, Langkatoday.com – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kembali mengeluarkan pernyataan keras terhadap Iran di tengah upaya negosiasi yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 11 April 2026 di Pakistan.

Meski Gedung Putih sebelumnya menyatakan optimisme terhadap peluang kesepakatan, situasi justru memanas dengan retorika militer dari pihak AS.

Dalam wawancara dengan New York Post, Trump menegaskan bahwa militer AS tengah memperkuat persenjataan di kapal-kapal perang sebagai langkah antisipasi jika perundingan gagal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita sedang memuat kapal-kapal dengan amunisi terbaik, senjata terbaik yang pernah dibuat,” ujar Trump (10/4).

Ia juga menegaskan bahwa AS siap menggunakan kekuatan tersebut “dengan sangat efektif” jika kesepakatan tidak tercapai.

Baca Juga:  Proyek Taman Rp200 Juta di Kantor DPRD Langkat Tuai Sorotan Publik

Trump menyebut 24 jam ke depan akan menjadi penentu keberhasilan negosiasi dengan Iran.

Melalui platform Truth Social, Trump melontarkan pernyataan yang semakin mempertegas sikap kerasnya terhadap Iran.

Ia menyinggung posisi Iran dalam konflik regional serta jalur strategis Selat Hormuz.

Menurut Trump, satu-satunya alasan Iran masih “bertahan” adalah untuk bernegosiasi, sekaligus menuding Iran melakukan “pemerasan jangka pendek” terhadap dunia melalui jalur perdagangan internasional.

Dalam pernyataan lain, Trump menegaskan AS tidak akan membiarkan Iran mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz. Ia bahkan menyatakan AS akan membuka jalur tersebut “dengan atau tanpa kesepakatan.”

Trump juga menekankan bahwa syarat utama kesepakatan adalah larangan kepemilikan senjata nuklir oleh Iran.

Baca Juga:  Tolak Tawaran Dialog Trump, Iran: Selama Ramadan Kami Tak Berbicara dengan Setan

Sebelumnya, Gedung Putih menyebut Trump optimistis terhadap peluang kesepakatan damai dan menugaskan sejumlah pejabat, termasuk JD Vance dan Jared Kushner, untuk berangkat ke Islamabad guna melakukan negosiasi dengan pihak Iran.

Namun, situasi diperumit oleh tuntutan dari pihak Iran yang mengaitkan perundingan dengan gencatan senjata di Lebanon serta pembekuan aset Iran.

Ketegangan antara AS dan Iran semakin meningkat setelah serangkaian serangan militer yang disebut memicu konflik baru di Timur Tengah.

Iran menuduh AS dan Israel melakukan agresi, sementara AS menuding Iran mengembangkan senjata nuklir—klaim yang dibantah Teheran.

Konflik ini juga berdampak pada jalur energi global setelah ketegangan di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak dan kekhawatiran krisis energi.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Loyalis Jokowi Sentil Isu Pemakzulan Gibran: Pejabat Seharusnya Fokus pada Persoalan Rakyat
PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode
Gibranisti Sebut Desakan Pemakzulan Gibran sebagai Kejahatan Politik
Hermawan Merasa Dikhianati, Muscab PPP Medan Disorot: Calon Tunggal Tersingkir, Nama Baru Muncul
Rocky Gerung Tantang Pengkritiknya soal Wantimpres: Tunggu 10 Tahun, Kalian Bakal Minta Maaf!

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:14 WIB

Loyalis Jokowi Sentil Isu Pemakzulan Gibran: Pejabat Seharusnya Fokus pada Persoalan Rakyat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:18 WIB

PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode

Terbaru