20+ Panggilan Nama Anggota Keluarga dalam Bahasa Batak Toba

Langkatoday.com – Terdapat berbagai panggilan atau sebutan nama Suku Batak Toba. Panggilan itu biasanya ditujukan kepada keluarga yang memiliki hubungan erat mulai dari panggilan orang tua, anggota keluarga hingga kerabat.

Masa sekarang, ada banyak sekali pemuda-pemudi Suku Batak yang jarang menggunakan bahasa daerahnya. Tentu itu semua karena kurangnya pengetahuan bahasa daerah, khususnya bahasa Batak Toba.

Maka dari itu, berikut Tim media Langkatoday sajikan sederet panggilan anggota keluarga dalam bahasa Batak Toba yang dilansir dari laman Universitas Stekom.

1. Amang, Among, Bapa
Merupakan panggilan kepada ayah kandung, sehari-hari menggunakan kata Among atau Bapa.

2. Inang, Inong, Omak
Merupakan panggilan kepada ibu kandung, sehari-hari menggunakan kata Inong atau Omak.

3. Amang Tua, Bapa Tua
Merupakan panggilan saudara laki-laki yang lebih tua dari ayah, panggilan kepada suami dari kakak perempuan ibu, panggilan kepada suami dari inang tua dan panggilan kepada bapak ompung.

4. Inang Tua, Nangtua, Omak Tua, Mak Tua
Merupakan panggilan kita terhadap istri dari saudara laki-laki yang lebih tua dari ayah, panggilan kepada kakak perempuan ibu dan panggilan kepada istri dari amang tua.

5. Amang Uda, Bapa Uda
Merupakan panggilan terhadap adik laki-laki dari ayah, panggilan kita kepada suami dari adik perempuan ibu, dan panggilan kepada suami dari inang uda dan panggilan terhadap laki-laki yang semarga.

6. Inang Uda, Nanguda
Merupakan panggilan terhadap istri dari adik laki-laki ayah, panggilan kepada adik perempuan ibu panggilan kepada istri dari amang uda dan panggilan terhadap istri dari orang yang semarga.

7. Haha, Hahang, Angkang
Merupakan panggilan kita kepada pariban yang lebih tua (bisa juga dipanggil kakak), panggilan kita (perempuan) kepada nenek dari suami kita (angkang mangulahi) dan panggilan kepada abang kandung maupun abang sepupu (anak dari amang tua).

8. Agi, Anggi, Anggia
Anggi merupakan panggilan kepada adik kandung maupun adik sepupu (anak dari amang uda) dan orang lain yang semarga serta setingkatan dengan adik-adik kita. Bisa juga panggilan kepada istrinya adik (anggi boru).

Anggi juga adalah panggilan kepada pariban yang lebih muda (bisa juga dipanggil adik) dan panggilan di saat tua atau sudah nenek-nenek kepada istri dari cucu kita (anggi mangulahi).

9. Tulang
Tulang merupakan panggilan paman atau kepada saudara laki-laki kandung dari ibu (baik abang maupun adik laki-laki ibu). Bisa juga jadi panggilan kepada laki-laki yang semarga dengan ibu yang sama urutannya.

Bisa juga jadi panggilan kepada anak laki-laki dari saudara laki-laki nenek, panggilan kepada paman dari istri (tulang mangihut) dan panggilan kepada seorang laki-laki yang merupakan ipar dari saudara laki-laki ayah maupun ibu.

10. Nantulang
Nantulang merupakan panggilan kita terhadap istri dari tulang atau paman kita. Bisa juga panggilan terhadap perempuan yang lebih tua yang semarga dengan bibi dan jadi panggilan laki-laki kepada istri dari anaknya tunggane (istri dari tulang na poso kita) atau istri dari cucunya tulang (nantulang na poso).

11. Bere
Bere adalah panggilan laki-laki kepada anak dari saudari kandung (iboto) dan panggilan kita (perempuan) kepada anak dari saudari kandung suami (eda) dan panggilan kepada setiap orang yang mempunyai hubungan tulang/nantulang.

12. Maen, Parumaen
Merupakan panggilan laki-laki kepada anak perempuan dari tunggane, panggilan kita (perempuan) kepada anak perempuan dari ito kita dan panggilan kita kepada menantu perempuan kita (istri dari anak kita)

13. Hela
Merupakan panggilan kita kepada menantu laki-laki kita (suami dari boru kita) dan pada saat memanggil hela kita biasanya disebutkan dengan sebutan “amang” / “amang hela.

14. Boru
Boru merupakan panggilan orang tua kepada putrinya dan panggilan kepada setiap istri bere yang ada.

15. Simatua
Simatua merupakan panggilan kepada mertua kita, dimana untuk mertua laki-laki maka disebut dengan “amang” / simatua doli / simatua baoa. Untuk mertua perempuan maka disebut “inang” / simatua boru.

16. Lae, Lek, Kale
Lae merupakan khusus laki-laki kepada laki-laki sehingga sering jadi panggilan akrab laki-laki orang Batak Toba. Bisa juga jadi panggilan laki-laki kepada anak laki-laki dari namboru dan panggilan laki-laki kepada suami dari saudara perempuan.

17. Tunggane
Tunggane adalah panggilan khusus laki-laki kepada laki-laki, panggilan laki-laki kepada saudara laki-laki dari istri dan bisa jadi panggilan laki-laki kepada anak laki-laki dari tulang.

18. Eda
Eda merupakan panggilan khusus perempuan kepada perempuan, panggilan perempuan kepada anak perempuan dari tulang, panggilan perempuan kepada istri dari saudara yang laki-laki dan panggilan sesama perempuan yang sebaya tetapi beda marga / boru.

19. Amangboru
Amangboru merupakan panggilan terhadap suami dari saudari ayah, panggilan terhadap suami dari perempuan yang semarga dan setingkat dengan ayah serta panggilan kepada suami dari namboru.

20. Namboru
Namboru atau biasa disingkat sebagai Bou merupakan panggilan terhadap saudara perempuan ayah,panggilan terhadap perempuan yang semarga dengan ayah kita dan panggilan kepada istri dari amangboru.

21. Iboto/Ito (Hanya untuk panggilan antar lawan jenis)
Ibito atau ito merupakan panggilan sebagai laki-laki kepada saudari perempuan, digunkan juga sebagai panggilan perempuan kepada saudara yang laki-laki dan panggilan umum bagi orang kepada lawan jenisnya dalam budaya Batak Toba.

22. Pariban, Poriban
Pariban merupakan panggilan dari laki-laki kepada laki-laki, jika keduanya menikahi perempuan dari marga yang sama. Digunakan juga sebagai panggilan laki-laki kepada perempuan, jika perempuan tersebut berasal dari marga yang sama dengan marga ibu.

23. Inangbao
Inangbao merupakan panggilan laki-laki kepada istri dari saudara laki-laki istri dan panggilan seorang laki-laki kepada istri dari tungganenya yang dikenal.

24. Amangbao
Amangbao merupakan panggilan seorang perempuan kepada suami dari saudara perempuan suaminya, panggilan perempuan kepada suami dari edanya, dan panggilan perempuan kepada suami dari iparnya.

25. Ompu/Ompung (dibaca: Oppu/Oppung)
Secara khusus ompu adalah panggilan kepada kedua orang tua ayah dan ibu. Sedangkan secara umum, bisa jadi panggilan kepada setiap orangtua yang usianya setara dengan orangtua ayah/ibu.

Baca Juga: Utopia Demokrasi

Ompung secara gender ada dua, ompung doli dan ompung boru. Doli menjadi acuan pada gender laki-laki dan boru menjadi acuan pada gender perempuan.

26. Ompung Doli (Kakek)
Omlung Doli atau biasa dibaca Oppung Doli merupakan panggilan khusus kepada kakek atau ayah dari ayah/ibu.

27. Ompung Boru (Nenek)
Ompung Boru atau biasa dibaca Oppung Boru merupakan panggilan khusus kepada nenek , ibu dari ayah/ibu.

28. Pahompu/Hompu
Pahompu atau Hompu merupakan panggilan terhadap setiap keturunan dari anak laki-laki dan perempuan. Sehingga pada praktiknya tidak ada yang memakai panggilan pahompu.

Bahkan sampai keturunan cucu yang masih hidup. Biasanya menggunakan menggunakan panggilan Amang, Inang, Anaha, dan langsung memanggil dengan nama orang tersebut.

Nah detikers, demikian sederet panggilan anggota keluarga masyarakat Suku Batak Toba yang biasa digunakan sehari-hari. Bisa nih kamu langsung pelajari dan praktekkan. Semoga bermanfaat ya!

Informasi dan kerjasama bisa dikirim via e-mail: [email protected]

Bacaan Lainnya: