Sejarah yang Hilang; Kemenangan di Djerba 1560

Gen Saladin | @gen.saladin

Lagi-lagi, ada sejarah yang hilang dari bacaan kita. Sebenarnya ia ada di berbagai literatur sejarah Eropa dan Turki. Mereka mengakui kehebatan angkatan laut Kekhalifahan Utsmaniyah. Tapi tak ada yang mau mengangkatnya jadi memoar yang dikenang. Kenapa? Karena mereka takut akan membangunkan “singa yang tertidur.”

Di era Abad 16, Kaum Muslimin benar-benar memiliki izzah gagah perkasa di darat dan lautan. Secara detail, banyak sekali ahli-ahli perang Eropa yang mempelajari sejarah Utsmaniyah dan menemukan fakta bahwa kemenangan muslimin di era ini sangatlah spektakuler. Di antaranya John Hattendorf dan Ernest King dalam buku “Naval Strategy and Power in the Mediterranean: Past, Present and Future.”

Ada tiga pertempuran laut paling penting sepanjang sejarah manusia terjadi di Abad 16, yaitu Pertempuran Preveza (1538, dimenangkan Kaum Muslimin) Pertempuran Djerba (14 Mei 1560, dimenangkan Kaum Muslimin) dan Pertempuran Lepanto (1571, dimenangkan koalisi seluruh Eropa). Kali ini kita akan membahas secara umum kemenangan kita di tanggal 18 Sya’ban 967 H/14 Mei 1560, yang berlatar di Djerba, Tunisia.

Pertempuran Djerba terjadi antara 86 kapal Galley Kekhalifahan Utsmaniyah dan gabungan pasukan 6 negara Eropa berjumlah 200 kapal tempur. Peristiwa besar ini terjadi karena semua raja-raja Eropa gerah dengan pencapaian Kaum Muslimin yang setiap hari meluaskan ekspansi dakwahnya di banyak pulau-pulau baru seperti kepulauan Balearic di timur Spanyol. Di bawah komando Raja Phillip II, ia ingin merebut pengaruh Kaum Muslimin di Laut Mediterania.

Untuk itulah mereka meminta Paus Paul IV mengumumkan ke saentero Eropa untuk mengumpulkan sebanyak mungkin tentara guna menumpas kedigdayaan Angkatan Laut Kekhalifahan Utsmaniyah yang merajalela bahkan sampai pantai Spanyol. Berangkatlah 200 kapal dinahkodai oleh Giovanni Andrea Doria, Juan de la Cerda dan Don Alvaro de Sande.

Kaum Muslimin menyadari gerak gerik Eropa yang memberangkatkan 200 kapal tempur lengkap dengan persiapan matang. Tanpa banyak bicara, panglima maritim Kekhalifahan Utsmaniyah, Piyalet Pasha dan Turgut Reis menyiapkan 86 kapal untuk membendung serangan musuh. Bertemulah mereka di Djerba, salah satu pulau di timur Tunisia. Pertempuran pun meletus sejak 13-18 Sya’ban 967 H/9-14 Mei 1560.

Dua pertiga tentara koalisi Eropa tewas dalam pertempuran laut heroik tersebut, sementara dari sisi Kaum Muslimin, ada 1000 mujahid yang menyambut kesyahidan di permukaan laut Djerba.

Saking hebatnya efek dari peristiwa ini, kemenangan Kaum Muslimin di Djerba diberi tempat penting dalam “The Course of Fortune” oleh Tony Rothman (J. Boylston, 2015), sebuah novel yang berkaitan dengan peristiwa yang mengarah ke Pengepungan Besar Malta, 1565.

Referensi:

  • Ernest J King Professor of Maritime History Chairman Maritime History Department and Director Naval War College Museum John B Hattendorf; John B. Hattendorf (5 November 2013). Naval Strategy and Power in the Mediterranean: Past, Present and Future. Routledge. p. 32. ISBN 978-1-136-71317-0
  • Matthew Carr: Blood and Faith: The Purging of Muslim Spain, The New Press, 2009
  • www.islamstory.com

Informasi dan kerjasama bisa dikirim via e-mail: [email protected]

Bacaan Lainnya: