Regional

Ratusan Massa Geruduk Kantor PLN UID Sumut, Tuntut Ganti Rugi Dampak Blackout

YR Siregar
484
×

Ratusan Massa Geruduk Kantor PLN UID Sumut, Tuntut Ganti Rugi Dampak Blackout

Sebarkan artikel ini
channel whastapp langkatoday

Medan, Langkatoday.com – Ratusan massa yang tergabung dalam Dewan Peduli Negeri (DPN) bersama sejumlah elemen buruh, mahasiswa, dan masyarakat sipil menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Jalan Yos Sudarso, Medan, Rabu (3/6).

Aksi tersebut melibatkan berbagai organisasi, di antaranya KSPSI AGN Sumut, Persatuan Buruh (PRABU), Forum Pemerhati Aparatur Negara (FPAN), Aliansi Wartawan Sumatera (AWAS), Ojol Buruh Bersatu (OBB), Serikat Nelayan dan Petani, Front Peduli Wanita, serta Dewan Mahasiswa Sumatera (DEMASU).

Pantauan di lokasi, massa membawa sejumlah barang elektronik rusak seperti televisi, mesin cuci, hingga lampu sebagai simbol kerugian masyarakat akibat pemadaman listrik total (blackout) yang terjadi di Sumatera Utara beberapa waktu terakhir.

Situasi sempat memanas ketika massa membakar ban bekas dan melemparkan barang-barang elektronik ke jalan, sehingga menyebabkan arus lalu lintas di sekitar Jalan Yos Sudarso mengalami kemacetan.

Koordinator aksi, Riza Nasution, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk tuntutan masyarakat agar PLN memberikan ganti rugi atas kerusakan peralatan elektronik warga.

“Kami hadir di sini menuntut kompensasi kepada PLN,” ujar Riza di tengah aksi.

Selain kompensasi, massa juga mendesak PLN UID Sumut untuk menerbitkan surat rekomendasi resmi yang akan diteruskan ke kantor pusat PLN di Jakarta terkait tuntutan ganti rugi masyarakat Sumatera Utara.

“Kami meminta surat rekomendasi untuk diteruskan ke pusat. Minggu depan kami juga akan melakukan aksi lanjutan di Jakarta,” tambahnya.

Perwakilan manajemen PLN UID Sumut, Darma, yang menemui massa menyampaikan bahwa proses penanganan blackout saat ini masih dalam tahap evaluasi dan investigasi di tingkat pusat. Ia meminta masyarakat untuk menunggu hasil resmi penyelidikan.

“Permasalahan yang dituntut hari ini sudah dibahas sampai ke Jakarta. Mari kita tunggu bersama hasil investigasi yang sedang berjalan,” ujarnya.

Namun, pernyataan tersebut belum memuaskan massa aksi. Ketua KSPSI AGN Sumut, T.M. Yusuf, menilai PLN lamban merespons tuntutan masyarakat dan terkesan menghindar dari tanggung jawab.

“DPN tidak akan berhenti. Kami akan kembali dengan massa lebih besar sampai pihak PLN menemui kami secara langsung,” tegas Yusuf.

Setelah menyampaikan aspirasi dan berjanji akan menggelar aksi lanjutan, massa akhirnya membubarkan diri secara tertib dengan pengawalan aparat kepolisian.