sejasa
Regional

Demo Memanas! Massa KSPSI Mengaku Dilarang Salat di Kantor Pertamina Sumbagut, Manajemen Akhirnya Minta Maaf

YR Siregar
591
×

Demo Memanas! Massa KSPSI Mengaku Dilarang Salat di Kantor Pertamina Sumbagut, Manajemen Akhirnya Minta Maaf

Sebarkan artikel ini
channel whastapp langkatoday

Medan, Langkatoday.com – Suasana aksi unjuk rasa di depan Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Selasa (23/6), sempat memanas setelah massa aksi mengaku tidak diperkenankan memasuki area kantor untuk menunaikan ibadah salat.

Aksi tersebut dipimpin Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN Sumatera Utara, T.M. Yusuf, bersama massa yang tergabung dalam Dewan Peduli Negeri.

Sebagai bentuk protes, massa membentangkan spanduk di depan gerbang utama kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut. Mereka mempertanyakan alasan tidak diberikannya akses masuk ke area kantor untuk melaksanakan ibadah.

“Kami datang baik-baik hanya ingin menunaikan salat. Namun akses justru ditutup. Kami mempertanyakan mengapa hak untuk beribadah tidak diberikan,” ujar T.M. Yusuf kepada wartawan di lokasi.

Menurut Yusuf, permintaan tersebut disampaikan secara santun kepada petugas keamanan. Namun, kata dia, pintu masuk kantor tetap tidak dibuka sehingga massa memilih melaksanakan protes di depan gerbang.

Ia juga membandingkan pengalamannya saat menggelar aksi di kantor BUMN lainnya. Menurutnya, pada aksi sebelumnya di kantor PLN, massa tetap diberikan kesempatan menggunakan fasilitas musala meskipun demonstrasi sedang berlangsung.

“Di tempat lain kami tetap diberi kesempatan untuk salat. Karena itu kami menyayangkan kejadian yang terjadi di sini,” katanya.

Hingga aksi berlangsung, massa masih bertahan di depan kantor sambil meminta penjelasan dari pihak manajemen mengenai alasan pembatasan akses tersebut.

Menanggapi kejadian itu, perwakilan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyampaikan permohonan maaf kepada massa aksi. Manajemen menyebut peristiwa tersebut merupakan bentuk kesalahpahaman yang terjadi di lapangan.

“Kami dari lubuk hati yang paling dalam memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Seluruh aspirasi yang disampaikan menjadi perhatian dan bahan evaluasi bagi kami,” ujar salah seorang perwakilan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut.