Iklan Bapenda Sumut
Berita

Dampak Lonjakan Permintaan, Sejumlah SPBU di Langkat Kehabisan Stok BBM

Tim Langkatoday
690
×

Dampak Lonjakan Permintaan, Sejumlah SPBU di Langkat Kehabisan Stok BBM

Sebarkan artikel ini

Stabat, Langkatoday.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara turut dirasakan masyarakat Kabupaten Langkat.

Sejak Ahad (12/7), antrean kendaraan terlihat di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), seperti SPBU Perdamaian Stabat, SPBU Tanjung Pura, hingga sejumlah SPBU di kawasan Pangkalan Brandan.

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular sejak pagi.

Sejumlah pengendara mengaku harus berpindah dari satu SPBU ke SPBU lainnya karena stok BBM jenis Pertamax maupun Solar sempat kosong di beberapa lokasi.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan meningkatnya kebutuhan BBM menjadi salah satu penyebab terjadinya kelangkaan di wilayah distribusi Fuel Terminal (FT) Medan Group.

Wilayah distribusi tersebut meliputi Kota Medan, Binjai, Tebing Tinggi, Kabupaten Deli Serdang, Langkat, Serdang Bedagai, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, hingga beberapa kabupaten di Provinsi Aceh.

“Optimalisasi distribusi tersebut juga merupakan bagian dari upaya percepatan penyaluran menyusul tingginya kebutuhan BBM masyarakat yang terjadi selama periode libur sekolah dalam beberapa waktu terakhir,” ujar Fahrougi dalam keterangan resminya, Senin (13/7).

Selain meningkatnya permintaan, distribusi BBM juga sempat mengalami penyesuaian operasional armada di sejumlah wilayah Sumatera Utara.

Untuk mempercepat distribusi, Pertamina menambah 15 unit mobil tangki (MT) bantuan serta mengerahkan 30 Awak Mobil Tangki (AMT) guna mempercepat penyaluran BBM ke SPBU.

Di Kabupaten Langkat, kondisi tersebut turut dirasakan masyarakat. Di SPBU Perdamaian Stabat, antrean kendaraan terlihat memadati area pengisian BBM sejak pagi. Situasi serupa juga terjadi di SPBU Tanjung Pura dan beberapa SPBU di kawasan Pangkalan Brandan.

Andi (39), warga Stabat, mengaku harus mengantre lebih lama dibanding hari biasanya untuk mendapatkan BBM.

“Biasanya tidak selama ini. Tadi saya sempat mencari ke SPBU lain karena stok Pertamax kosong, akhirnya kembali lagi mengantre,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Suryadi (44), sopir angkutan asal Tanjung Pura. Menurutnya, keterlambatan memperoleh BBM cukup mengganggu aktivitas kerjanya.

“Kalau harus antre lama begini tentu berpengaruh pada pekerjaan. Kami berharap distribusi BBM segera kembali normal,” katanya.

Sementara itu, sejumlah pengendara di kawasan Pangkalan Brandan juga mengaku harus bersabar karena antrean kendaraan cukup panjang pada jam-jam tertentu.

Pertamina mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Perusahaan memastikan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terus dilakukan untuk mengoptimalkan distribusi sehingga pasokan BBM di Sumatera Utara, termasuk Kabupaten Langkat, dapat kembali normal secepatnya.