Stabat, Langkatoday.com – Proses pemulihan massal pasca-lumpuhnya sistem kelistrikan (blackout) di seluruh daratan Sumatera hingga kini terus dikebut. PT PLN (Perseroda) menargetkan seluruh pelanggan di wilayah Sumatera Utara, termasuk Kabupaten Langkat, akan kembali mendapatkan pasokan listrik secara penuh pada Sabtu sore (23/5).
Meskipun demikian, hingga pukul 15.00 WIB hari ini, pemadaman bergilir masih terjadi di sejumlah titik krusial seperti sebagian wilayah Medan, Deli Serdang, Binjai, dan Langkat. Langkah pemadaman bertahap ini terpaksa dilakukan PLN guna menjaga stabilitas sistem interkoneksi Sumatera yang sempat lumpuh total.
Pemadaman yang terjadi selama lebih dari 12 jam ini langsung memukul sektor perekonomian warga. Pelaku usaha mikro dan rumah tangga di Kabupaten Langkat mengeluhkan kerugian materi yang tidak sedikit akibat rusaknya bahan baku makanan dan lumpuhnya sistem pembayaran digital.
“Kami rugi besar. Es batu mencair, stok ayam beku di kulkas mulai membusuk karena listrik mati terlalu lama. PLN harusnya tidak hanya minta maaf, tapi juga berikan kompensasi konkret,” keluh Lina, seorang pemilik warung makan di Stabat, Langkat.
Dampak serupa juga dirasakan oleh pemilik klinik kesehatan dan apotek kecil yang kelimpangan mempertahankan suhu dingin untuk penyimpanan obat-obatan serta vaksin sensitif.
Menanggapi tuntutan kompensasi dan desakan warga, Executive VP Komunikasi PLN, Gregorius Adi Trianto, menyatakan bahwa fokus utama tim teknis saat ini adalah menstabilkan tegangan jaringan agar tidak terjadi gangguan susulan saat semua beban dihidupkan.
“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan ini. Tim di lapangan masih bekerja ekstra untuk memastikan seluruh aliran pelanggan kembali normal tanpa memicu gangguan ulang pada sistem interkoneksi,” ujar Gregorius. Pihak PLN sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait regulasi ganti rugi atau kompensasi bagi pelanggan terdampak.
Melihat dampak ekonomi yang mulai meluas, pengamat ekonomi lokal memperingatkan bahwa blackout yang berulang berpotensi merusak rantai pasok industri dan menurunkan kepercayaan investor di Sumatera. Pemerintah daerah pun didesak untuk wajib memperketat regulasi penyediaan genset cadangan pada fasilitas publik.
Di Kabupaten Langkat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) langsung bergerak dengan mengaktifkan posko darurat. Langkah ini diambil untuk memantau intensif operasional pelayanan publik yang vital, mulai dari ketersediaan bahan bakar di SPBU, pasokan air bersih PDAM, hingga pelayanan darurat di seluruh rumah sakit dan puskesmas agar tetap berjalan di tengah keterbatasan daya.
.png)




