Medan, Langkatoday.com – Ketua Forum Pemantau Aparatur Negara (FPAN), Reza Nasution, mendatangi Kantor PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Medan Johor, Sabtu (6/6), sebagai bentuk protes terhadap seringnya pemadaman listrik yang terjadi di Kota Medan dalam beberapa hari terakhir.
Dalam aksi tersebut, Reza bahkan membuka bajunya saat menyampaikan orasi sebagai simbol kegerahan dan kekecewaan terhadap pelayanan PT PLN (Persero) yang dinilai belum mampu memberikan kepastian kepada masyarakat terkait gangguan pasokan listrik.
Menurut Reza, pemadaman listrik yang terjadi berulang kali telah menimbulkan berbagai kerugian bagi masyarakat, mulai dari terganggunya aktivitas rumah tangga hingga kerusakan peralatan elektronik.
“Ini sangat merugikan masyarakat. Warga sudah cukup menderita akibat dampak yang ditimbulkan. Mulai dari terganggunya aktivitas rumah tangga, peralatan listrik yang rusak karena bolak-balik mati listrik, sampai usaha-usaha kecil yang mengalami kerugian akibat listrik padam. Apa lagi alasan kali ini?” ujar Reza dalam orasinya.
Ia meminta PLN segera memberikan penjelasan yang transparan sekaligus menghadirkan solusi nyata agar gangguan serupa tidak terus berulang.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian dan tanggung jawab dari PLN atas berbagai dampak yang ditimbulkan akibat pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Reza juga mengingatkan bahwa apabila gangguan listrik kembali terjadi tanpa adanya langkah konkret dari PLN, maka FPAN bersama Dewan Peduli Negeri (DPN) akan menggelar aksi yang lebih besar.
“Jika ini kembali terjadi, kami dari DPN akan menggelar aksi besar. Masyarakat tidak boleh terus menjadi korban tanpa adanya kepastian dan tanggung jawab yang jelas,” tegasnya.
Ia menilai pemadaman listrik yang terjadi belakangan ini telah memberikan dampak luas kepada masyarakat. Bahkan di sejumlah wilayah, warga mengaku mengalami pemadaman lebih dari satu kali dalam sehari dengan jeda waktu normalisasi yang relatif singkat.
Meski telah menyampaikan orasi selama kurang lebih 30 menit di depan kantor PLN Medan Johor, aksi tersebut tidak mendapat tanggapan langsung dari pihak PLN.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari PLN terkait tuntutan yang disampaikan FPAN maupun penyebab gangguan listrik yang dikeluhkan masyarakat.
.png)





