Aplikasi Pengganti WhatsApp Ramai Diserbu, Ini Alasan Orang Pindah

- Pewarta

Sabtu, 4 Januari 2025 - 07:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Aplikasi WhastApp

MEDAN (Langkatoday) – Aplikasi Telegram makin populer dan banyak dipakai pengguna sepanjang tahun 2024. Telegram juga kian makin mengejar WhatsApp yang merupakan aplikasi sejuta umat.

Telegram tercatat memiliki lebih dari 950 juta pengguna aktif pada Juli 2024. Sebagai perbandingan, WhatsApp memiliki lebih dari 2 miliar pengguna aktif bulanan hingga akhir 2023 lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Telegram merupakan perusahaan berbasis Dubai yang didirikan pengusaha asal Rusia, Pavel Durov. Pada 2014 lalu, Durov meninggalkan Rusia lantaran menolak tuntutan untuk memblokir suara komunitas oposisi di platform media sosial VK miliknya kala itu. Ia lalu menjual VK dan mendirikan Telegram.

“Pengguna aktif bulanan kami akan tembus 1 miliar pada tahun ini,” kata Durov, dikutip dari Reuters.

“Telegram telah menyebar luas seperti kebakaran hutan,” ia menambahkan.

Lebih lanjut, Purov mengatakan dirinya telah menerima tekanan dari beberapa negara untuk membatasi pertukaran informasi tertentu.

Baca Juga:  Pemkab Langkat Dorong Transformasi Digital

Namun, ia menegaskan Telegram yang kini memiliki 900 juta pengguna aktif akan terus menjadi platform netral yang tak terlibat dalam konflik geopolitik. Hal ini juga yang menjadi daya tarik platform tersebut untuk digunakan lebih banyak orang di seluruh dunia.

Laporan Financial Times pada Maret lalu mengatakan Telegram bisa jadi akan melantai di bursa AS setelah perusahaan meraup keuntungan.

Telegram masuk dalam jajaran platform internet populer, bersanding dengan Facebook, YouTube, WhatsApp, Instagram, TikTok, dan WeChat.

Saat Rusia menginvasi Ukraina pada 2022 lalu, Telegram menjadi salah satu sumber informasi yang tak menyaring konten-konten di dalamnya. Meski dinilai transparan, tetapi banyak juga konten bermuatan disinformasi yang tersebar di platform tersebut.

Durov menjamin sistem enkripsi pada Telegram akan membuat pertukaran informasi di dalamnya benar-benar terlindungi dan bebas intervensi pemerintah.

Baca Juga:  Daya Daihatsu Langkat Tawarkan Promo Spesial dan Undian Emas di Grand Opening Showroom Baru

“Saya lebih baik bebas ketimbang tunduk pada perintah siapa pun,” ujarnya.

Menurut Pavel, ada berbagai cara yang dilancarkan pemerintah untuk mengelabui enkripsi Telegram. Salah satunya datang dari FBI.

Ia mengatakan FBI pernah mencoba merekrut engineer Telegram untuk membobol backdoor platformnya. FBI tak berkomentar soal tuduhan ini.

Namun, ia mengatakan tekanan untuk menjunjung kebebasan perbedapat dan berkekspresi sebenarnya tak hanya datang dari pemerintah. Tantangan itu justru lebih banyak datang dari rivalnya seperti Apple dan Alphabet.

“Dua platform tersebut benar-benar bisa menyensor apa saja yang Anda baca, serta mengakses semua yang ada di smartphone Anda,” kata dia.

Durov memilih berdomisili di Dubai karena menurutnya Uni Arab Emirat adalah negara netral yang ingin berteman dengan siapa saja dan tak berafiliasi dengan pemerintahan superpower. Ia merasa aman menjalankan perusahaan netral di negara tersebut. (rel/cnbc)

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Daya Daihatsu Langkat Tawarkan Promo Spesial dan Undian Emas di Grand Opening Showroom Baru
Video AI Miniatur Jadi Tren Viral, Begini Cara Bikin dan Link Tools Populernya
ASUS Vivobook S14 2025: Laptop AI Generasi Baru untuk Masa Depan yang Lebih Cerdas
Pemkab Langkat Dorong Transformasi Digital
DeepSeek, Pendatang Baru yang Bikin Geger Industri AI
Microsoft Bantu Israel dalam Perang di Gaza, dari Staf Hingga Teknologi Cloud dan AI
Apple Siap Bangun Pabrik Bernilai Rp16 Triliun di Batam
10 Rekomendasi HP untuk Live TikTok Terbaik yang Anti Lemot

Berita Terkait

Kamis, 6 November 2025 - 07:26 WIB

Daya Daihatsu Langkat Tawarkan Promo Spesial dan Undian Emas di Grand Opening Showroom Baru

Senin, 8 September 2025 - 09:50 WIB

Video AI Miniatur Jadi Tren Viral, Begini Cara Bikin dan Link Tools Populernya

Kamis, 15 Mei 2025 - 12:08 WIB

ASUS Vivobook S14 2025: Laptop AI Generasi Baru untuk Masa Depan yang Lebih Cerdas

Selasa, 6 Mei 2025 - 12:08 WIB

Pemkab Langkat Dorong Transformasi Digital

Rabu, 29 Januari 2025 - 17:05 WIB

DeepSeek, Pendatang Baru yang Bikin Geger Industri AI

Terbaru

Nasional

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Okt 2026 - 14:00 WIB

Nasional

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Senin, 19 Okt 2026 - 13:53 WIB

Sajian Khusus

33 Ribu Orang Menganggur di Langkat, Lulusan SMA Terbesar

Minggu, 18 Okt 2026 - 08:50 WIB