PHP, Juru Masak di Balik Dapur Sebuah Website

- Kontributor

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Stabat, Langkatoday.com – Baru-baru ini, bahasa pemrograman PHP (Preprocessor Hypertext) membuat gempar jagat dunia teknologi web dunia dengan terungkapnya celah (bug) kritis pada inti bahasa PHP itu sendiri yang diberi sign PHP2Shell dengan celah yang terdeteksi yaitu CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619. Yang mana kedua bug ini ketika diukur dengan sistem penilaian CVSS 4.0, mendapat angka 9,2 dari skala 10 yang menunjukkan bug ini sangat rentan untuk diserang.

Ringkasnya, peretas dapat mengambil alih server yang diserang tanpa harus login dan melewati proses otentikasi terlebih dahulu. Yang membuat lebih gawat adalah informasi adanya bug ini terlebih dahulu bocor sebelum ada pengumuman resmi, yang mana akan membuat rentan website dan CMS yang menggunakan teknologi PHP sebelum mereka memperbarui atau meningkatkan patch keamanan dari teknologi PHP yang mereka gunakan.

Sejak Rabu 21 Oktober, tim pengembang PHP telah merilis patch keamanan terbaru untuk PHP versi 8.2 keatas, sedangkan versi kebawahnya masih menunggu rilis resmi dari tim pengembang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Definisi

Dalam sebuah website, jika HTML diibaratkan bertindak sebagai struktur yang menopang bangunan sebuah restoran, maka bahasa PHP adalah dirigen yang mengatur dari balik layar dapur sebuah website agar seluruh request/permintaan dari client dapat diproses dan ditampilkan oleh website.

Mengapa diumpamakan sebagai dirigen? Sebab bahasa pemrograman PHP adalah bahasa pemrograman yang dijalankan di sisi server (server-side) pada proses pengembangan web atau dibalik layar sehingga penggunaannya lebih cocok digunakan pada proses pengolahan data yang ada pada database di sisi server atau lebih familiar disebut sebagai backend.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan Javascript yang digunakan pada sebuah website yang prosesnya dijalankan pada client-side  atau pada halaman depan sebuah website. PHP bersifat open-source dan mudah dikembangkan, mudah pula diintegrasikan pada dengan pengelola database seperti MySQL, PostgreSQL, SQLlite.

Baca Juga:  Janji Tinggal Janji? Proyek Jalan Secanggang Menggantung, Pejabat Berganti, Masyarakat Menanti

Sifatnya yang open-source dan tanpa biaya lisensi serta dokumentasi penggunaannya yang lengkap dan mudah dipelajari membuat PHP mempunya komunitas yang besar hingga digunakan oleh sistem CMS (Content Management System) terkenal seperti WordPress, Drupal serta perusahaan seperti Facebook dan Ensiklopedia terkenal Wikipedia juga menggunakan PHP sebagai salah satu inti teknologi pada websitenya.

Struktur, Cara Kerja dan Fungsi

Kode PHP ditulis dalam tag “<?php” dan ditutup dengan tag “?>”. Didalam tag inilah kode PHP ditulis. Untuk menampilkan tulisan ke layar, kode “echo” digunakan dan penulisan variabel menggunakan karakter $ disetiap penulisannya seperti $angka, $buah atau $totalAngka.

Saat menjalankan request, kode PHP akan dijalankan terlebih dahulu di sisi web server menggunakan web server yang umum seperti apache atau nginx, lalu hasil request tersebut dikirim ke browser dalam bentuk HTML untuk ditampilkan ke pengguna.

Didesain untuk memiliki kompatibilitas yang luas dan mendukung hampir seluruh sistem operasi yang umum digunakan seperti Linux, Windows, MacOS dan didukung oleh banyak penyedia web hosting.

PHP merupakan bahasa pemrograman yang case-sensitive. Variabel $nama dan $Nama didefinisikan berbeda oleh bahasa pemrograman ini.

PHP juga mendukung berbagai jenis tipe data seperti integer, float, string, array,  hingga boolean. Struktur kontrol yang umum digunakan dalam setiap bahasa pemrograman seperti pengkondisian if-else, perulangan (looping) dengan for, while hingga foreach untuk manipulasi perulangan data tipe array.

Fitur unggulan lainnya adalah untuk terhubung dengan database yang membuatnya sangat powerfull untuk bekerja di backend aplikasi web. Dengan menggunakan kode sederhana itu kita sudah dapat membuat website yang sedang dikembangkan dapat terhubung dengan database misalnya MySQL yang umum digunakan oleh pemula.

Fungsi-fungsi yang disediakan oleh PHP juga sudah mendukung untuk berbagai jenis data, algoritma misalnya levenstein Distance, format waktu hingga untuk mengolah berbagai algoritma.

Baca Juga:  Google Diduga Salah Blokir Ribuan Blog Blogger, Pengguna Diminta Segera Ajukan Banding Sebelum 90 Hari

Framework PHP

Saat ini, untuk mengembangkan web yang dinamis dan interaktif dengan waktu yang singkat dan efisien, PHP juga telah dikembangkan untuk menghasilkan kerangka kerja (framework) yang membuat pengembangan suatu website menjadi lebih cepat dan efisien karena telah menyediakan fungsi dan library yang tinggal dipakai sehingga tidak perlu menuliskan kode berulang kali.

Hasil pengembangan ini melahirkan banyak framework-framework yang powerfull dan stabil yang menghubungkan database dan kode program namun tetap ramah bagi pengguna bahkan yang baru belajar sekalipun. Framework-framework itu antara lain Laravel, Symfony, Codeigniter, Yii, hingga Laminas.

Laravel adalah framework PHP yang paling populer saat ini. Mudah dioperasikan, dukungan visual serta fitur-fitur bawaan yang lengkap dan ekosistem komunitasnya yang luas membuat framework ini begitu powerfull dalam pengembangan website.

Dukungan komunitas yang besar serta dokumentasi panduan penggunaan yang lengkap membuat framework ini sangat ramah bagi pengguna. Seperti Laravel, Symfoni juga memberikan dukungan berupa komunitas yang luas sehingga memudahkan orang dari negara atau komunitas manapun untuk belajar.

Dokumentasi yang lengkap serta menyediakan fitur-fitur komprehensif untuk melakukan pengujian membuat Symfoni menjadi salah satu framework PHP paling powerfull.

Mengadopsi konsep MVC (Model, View, Controller), Codeigniter menjadi framework yang hadir dengan ukuran yang tidak besar sehingga tidak membebani server apalagi yang menggunakan shared hosting. Namun performa yang ditawarkan dengan fitur canggih dan kode yang ringan membuat proses pengembangan web menjadi lebih cepat.

Codeigniter dianggap sebagai framework PHP yang paling mudah dipelajari karena dukungan komunitas, dokumentasi sangat lengkap, kode yang telah diatur agar mengikuti konsep MVC serta efisien dalam menangani proses request HTTP.

Sementara Laminas menawarkan fleksibilitas yang kuat serta skalabilitas untuk membangun berbagai jenis aplikasi web dengan struktur yang dapat disesuaikan.

Editor : Fadli

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Sumpah Pemuda 2026: Tema, Sejarah dan Maknanya bagi Pemuda Langkat
Ondim Terseret OTT, Konten Kreator Ramai Kritik Pemkab Langkat
Benarkah Foto dan Video Privasi yang Sudah Dihapus Bisa Dipulihkan Saat HP Diservis?
Huawei Nova 16s Series 5G Resmi Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp11,99 Juta
OPPO A7 Pro Series 5G Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp7,49 Juta
ProArt Terbaru Resmi Masuk Indonesia
Sorotan Anggaran dan Persoalan Pungutan Liar dalam Proses Penyidikan Polri
Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Pencarian di Google Melonjak hingga 5.000 Persen

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Hari Sumpah Pemuda 2026: Tema, Sejarah dan Maknanya bagi Pemuda Langkat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:54 WIB

Ondim Terseret OTT, Konten Kreator Ramai Kritik Pemkab Langkat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:04 WIB

PHP, Juru Masak di Balik Dapur Sebuah Website

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:38 WIB

Benarkah Foto dan Video Privasi yang Sudah Dihapus Bisa Dipulihkan Saat HP Diservis?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Huawei Nova 16s Series 5G Resmi Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp11,99 Juta

Terbaru

Sajian Khusus

PHP, Juru Masak di Balik Dapur Sebuah Website

Rabu, 28 Okt 2026 - 05:04 WIB