Anggota DPR Khawatir Penghentian MBG Saat PJJ Ganggu Asupan Gizi Siswa

- Pewarta

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday.com – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini mengkhawatirkan penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akan mengganggu keberlangsungan asupan gizi siswa.

Menurut Yahya, persoalan ini perlu mendapat perhatian karena PJJ saat ini banyak diterapkan di daerah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Sebab, menghentikan MBG dalam kurun waktu yang tidak menentu juga kurang bagus bagi keberlangsungan asupan gizi anak-anak sekolah,” ujar Yahya seperti dilansir media Kompas, Selasa (20/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yahya menilai, pemerintah perlu mengkaji secara mendalam kebijakan penghentian sementara tersebut, dan mencari solusi agar program MBG tetap berjalan tanpa merugikan siswa maupun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Politikus Golkar itu mengatakan, pemerintah perlu menyepakati pola dan mekanisme pelaksanaan MBG selama PJJ agar program tersebut tetap bisa dijalankan.

Baca Juga:  DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit

Salah satu opsi mekanisme yang diusulkan Yahya adalah tetap menyalurkan makanan ke sekolah untuk kemudian diambil oleh orang tua siswa.

“Misalnya, MBG tetap diberikan ke sekolah, tapi makanannya diambil oleh orang tuanya. Sekali lagi jika hal ini tidak memberatkan bagi orang tua siswa,” jelas Yahya.

Yahya menegaskan, mekanisme tersebut perlu disepakati oleh SPPG, pihak sekolah, dan wali murid. Pengambilan makanan oleh orang tua juga tidak boleh menjadi beban bagi mereka.

Di sisi lain, Yahya meminta pemberian MBG untuk kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetap diprioritaskan meskipun sekolah menerapkan PJJ.

Dia mengingatkan, penghentian pemberian MBG kepada kelompok tersebut dapat berdampak terhadap upaya pencegahan stunting.

“Karena kalau dihentikan akan berakibat secara beruntun terhadap meningkatnya angka stunting,” pungkas Yahya.

Penghentian MBG Saat PJJ

Diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan bahwa pelaksanaan MBG di sekolah mengikuti pemberitahuan resmi dari pemerintah daerah, baik melalui gubernur maupun bupati.

Baca Juga:  DMI Pangkalan Susu Hadiri Penyembelihan Hewan Kurban di Surau Nurul Hikmah, 17 Ekor Sapi Disembelih

Jika pemberitahuan penghentian diterima sebelum pembelian bahan pangan dan persiapan memasak dilakukan, distribusi MBG pada hari berikutnya tidak dilaksanakan.

“Apabila pemberitahuan penghentian diterima sebelum proses pembelian bahan pangan dan persiapan memasak dilakukan, distribusi MBG pada hari berikutnya tidak dilaksanakan,” kata Sudaryono, dikutip dalam keterangannya, Selasa (20/10).

Sementara itu, jika pemberitahuan baru diterima ketika persiapan dan proses memasak sudah berlangsung, makanan yang telanjur dibuat tetap didistribusikan.

“Kalau pemberitahuan datang ketika proses persiapan dan memasak sudah berjalan, makanan yang telanjur dibuat tetap didistribusikan,” ujarnya.

Sudaryono menegaskan, mekanisme tersebut bukan berarti MBG tetap berjalan seperti biasa selama PJJ. Distribusi disesuaikan dengan waktu diterimanya pemberitahuan penghentian dan tahapan persiapan yang telah dilakukan.

BGN menerapkan mekanisme tersebut untuk menjaga efisiensi penggunaan bahan pangan sekaligus mencegah makanan yang telanjur disiapkan terbuang.

Editor : Fadli

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal
Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung
Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Respons Aspirasi Warga, Pemkab Langkat Pastikan Perbaikan Jalan di Kecamatan Binjai Masuki Tahapan Tender
Tiorita Dorong Perbaikan Tanggul Paya Bunder, Tim Provinsi Turun Survei
Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Anggota DPR Khawatir Penghentian MBG Saat PJJ Ganggu Asupan Gizi Siswa

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:10 WIB

HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB