Besitang, Langkatoday.com – Kegiatan edukasi gizi dan trauma healing bagi masyarakat pascabencana digelar di Desa Bukit Selamat, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Jumat (24/4). Program ini diinisiasi oleh Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia bersama Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat Aisyiyah.
Mengusung tema “Pemenuhan Gizi dan Trauma Healing Pemulihan Pasca Bencana: Bersama Kita Bangkit, Bersama Lebih Sehat”, kegiatan ini difokuskan pada pemulihan kondisi kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Koordinator YAICI, Fakhri Arkan, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
“Kami memiliki perhatian besar terhadap kesehatan anak dan ibu. Karena itu kami berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti Aisyiyah, Muslimat NU, serta akademisi dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, Hirfah Turrahmi, menjelaskan bahwa kerja sama antara Aisyiyah dan YAICI telah berjalan sejak 2018 dengan fokus pada penguatan kapasitas kader di daerah.
“Kader-kader ini nantinya diharapkan mampu memberikan edukasi langsung kepada masyarakat, terutama terkait pola makan sehat bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa kondisi pascabencana memiliki dampak serius terhadap status gizi masyarakat. Risiko krisis gizi meningkat, terutama pada kelompok rentan.
“Sudah lima bulan pascabanjir, seharusnya masyarakat mulai beralih ke makanan sehat. Tidak bisa terus bergantung pada makanan instan,” tegas Hirfah.

Dalam sesi edukasi, perwakilan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sumatera Utara, dr. Yulia Afrina Nasution, MKM., Sp.KKLP, turut memberikan peringatan terkait pola konsumsi masyarakat, khususnya penggunaan susu kental manis.
Menurutnya, konsumsi gula berlebihan termasuk dari susu kental manis bisa berisiko serius terhadap kesehatan anak.
“Gula dalam susu kental manis sangat tinggi. Konsumsi berlebihan bisa memperberat kerja ginjal dan merusak pankreas. Bahkan saat ini sudah banyak kasus gagal ginjal pada anak di bawah usia 10 tahun,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu memahami pentingnya asupan gizi seimbang, terutama dalam fase pemulihan pascabencana.
Edukasi ini juga menjadi langkah preventif untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

.png)





