Sajian Khusus

Jejak Perjuangan H. M. Nur Abubakar: Dari Penjual Minyak Eceran hingga Membangun Bidadari Group

Tim Langkatoday
939
×

Jejak Perjuangan H. M. Nur Abubakar: Dari Penjual Minyak Eceran hingga Membangun Bidadari Group

Sebarkan artikel ini
channel whastapp langkatoday

Stabat, Langkatoday.com – H. Muhammad Nur Abubakar atau yang akrab disapa Bang Adek merupakan sosok pengusaha dan tokoh masyarakat yang dikenal karena dedikasinya di bidang kesehatan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan. Ia lahir dari pasangan Abu Bakar dan Fatimah, keluarga sederhana di Aceh. Ayahnya bekerja sebagai sopir truk trailer, sementara sang ibu adalah ibu rumah tangga asal Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie.

Masa kecil Bang Adek tidaklah mudah. Pada usia dua tahun, ia kehilangan ibunda tercinta dan kemudian diasuh oleh bibinya, Azimah, adik kandung sang ibu. Keterbatasan ekonomi tidak menyurutkan semangatnya untuk berusaha. Sejak usia 10 tahun, ia sudah berjualan minyak eceran di pinggir jalan untuk membantu perekonomian keluarga.

Semangat kewirausahaannya mulai berkembang ketika pada usia 12 tahun ia mendapatkan kios pinjam pakai dari H. Muhammad Husein Sab. Kesempatan tersebut menjadi titik awal perjalanan bisnisnya. Pada usia 16 tahun, ia mulai belajar dunia konstruksi dan kontraktor di bawah bimbingan H. Muhammad Husein Sab, yang kelak menjadi fondasi kesuksesannya di dunia usaha.

Setelah menikah dengan Hj. Radhiah pada 16 Agustus 1976, Bang Adek mendirikan perusahaan kontraktor PT Adekarya pada tahun 1977. Usahanya terus berkembang. Pada dekade 1980-an ia sempat mengelola usaha rumah makan sebelum mendirikan Toko Buku Pustaka Peradaban di Sigli pada tahun 1985.

Memasuki era 1990-an, ia memperluas jaringan bisnis dengan mengekspor sayur-mayur dari Berastagi, Sumatera Utara, ke Singapura dan Penang, Malaysia. Langkah tersebut menandai kiprahnya dalam perdagangan internasional.

Pada tahun 2000, Bang Adek mendirikan industri air minum dalam kemasan merek Tari di Kota Binjai. Dalam perjalanan usaha ini, ia mulai melibatkan putra sulungnya, H. Nurdiansyah, sebagai bagian dari regenerasi dan pengembangan bisnis keluarga.

Dedikasinya di bidang pelayanan masyarakat semakin nyata ketika pada tahun 2006, bersama putrinya Hj. Nurdianita, ia mendirikan RSU Bidadari Binjai. Rumah sakit tersebut kemudian berkembang menjadi cikal bakal jaringan Bidadari Group, yang hingga tahun 2026 telah memiliki lima rumah sakit di Sumatera Utara.

Tidak hanya berkiprah di dunia usaha dan kesehatan, Bang Adek juga menunjukkan kepeduliannya terhadap pendidikan dan dakwah Islam dengan mendirikan Pondok Pesantren Nuur Ar-Radhiyyah di Tanjung Pura, Kabupaten Langkat.

Sepanjang perjalanan hidupnya, seluruh pengembangan usaha dijalankan bersama keempat putra-putrinya sebagai bentuk komitmen membangun usaha keluarga yang berkelanjutan. Berkat kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah, H. Muhammad Nur Abubakar berhasil membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan.

Jejak pengabdian yang ditinggalkannya menjadikan almarhum sebagai sosok inspiratif yang dikenang bukan hanya sebagai pengusaha sukses, tetapi juga sebagai tokoh yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.