4 Tahun Langkatoday
BeritaKesehatan

Bupati Langkat Minta Bantuan Bencana Tak Lagi Sertakan Kental Manis

Tim Langkatoday
258
×

Bupati Langkat Minta Bantuan Bencana Tak Lagi Sertakan Kental Manis

Sebarkan artikel ini
channel whastapp langkatoday

Stabat, Langkatoday.com – Bupati Langkat Syah Afandin menyoroti masih maraknya konsumsi kental manis sebagai minuman susu untuk anak. Ia menegaskan pentingnya pelurusan informasi tentang produk kental manis, mengingat produk tersebut kerap ikut disertakan dalam donasi bantuan sosial dan bencana.

Hal itu disampaikan Syah Afandin dalam pertemuan dengan Majelis Kesehatan PP Aisyiyah bersama jajaran Pengurus Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Langkat serta Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) di kantor Bupati Langkat, Kamis (23/4).

“Informasi tentang kental manis ini memang harus ada edukasi agar masyarakat sadar,” ujarnya.

Ia mengakui, kebiasaan konsumsi kental manis dan makanan instan oleh anak-anak kelak dapat mengakibatkan gangguan kesehatan.

Oleh karena itu, dalam masa pemulihan bencana di wilayahnya, Syah Afandin mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam menyalurkan bantuan pangan. Ia berharap agar tidak lagi menyertakan pangan praktis minim gizi seperti kental manis.

“Saya menyadari itu (pangan instan) bahaya, apalagi jika dikonsumsi dalam jangka waktu panjang,” ujar Syah Afandin.

Sebagaimana diketahui, sebanyak 15 kecamatan di Kabupaten Langkat ikut terdampak banjir bandang pada November 2025 kemarin. Rata-rata ketinggian air mencapai 2 meter mengakibatkan rusaknya fasilitas umum, lahan pertanian, perkebunan, peternakan dan akses jalan. Hingga saat ini, masyarakat setempat masih mengeluhkan distribusi bantuan pasca banjir yang tidak merata.

Dalam kesempatan itu, Syah Afandin juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan program pemulihan masyarakat du wilayah bencana yang dilakukan ‘Aisyiyah bersama YAICI.

“Saya setuju, bantuan-bantuan masih diperlukan, tapi edukasi gizi untuk masyarakat juga tidak boleh ditinggalkan,” tegasnya.

Edukasi gizi akan menyasar masyarakat korban banjir di Dusun Seu Sirah, Kecamatan Besitang. Anggota Majelis Kesehatan PP Aisyiyah Hirfa Turrahmi mengatakan kegiatan edukasi melibatkan jajaran PDA, kader dan perangkat dusun setempat.

“Kecamatan Besitang menjadi titik pertama edukasi dan pemulihan gizi masyarakat korban bencana yang akan dilakukan tahun ini. Total kegiatan edukasi akan menyasar 3 lokasi pasca bencana,” jelas Hirfa Turrahmi.

‘Aisyiyah sendiri sudah sejak 2018 memberi perhatian terhadap kesalahan konsumsi kental manis. Kandungan gulanya yang tinggi serta kesalahan persepsi masyarakat yang masih menganggap kental manis sebagai susu mendorong ‘Aisyiyah bersama YAICI turut menggencarkan edukasi gizi untuk masyarakat.