DomaiNesia
Berita

Aksi Demo Berlanjut, Para Korban Banjir Tuntut Bantuan: Bupati Langkat Akui Masalah Data Penerima

Tim Langkatoday
1074
×

Aksi Demo Berlanjut, Para Korban Banjir Tuntut Bantuan: Bupati Langkat Akui Masalah Data Penerima

Sebarkan artikel ini
channel whastapp langkatoday

Stabat, Langkatoday.com – Aksi unjuk rasa korban banjir di Kabupaten Langkat terus berlanjut. Setelah sebelumnya terjadi di sejumlah kecamatan, kini ribuan warga dari wilayah Tanjungpura dan sekitarnya kembali turun ke jalan menuntut keadilan bantuan.

Massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Korban Banjir melakukan long march dari Alun-alun Tengku Amir Hamzah menuju Kantor Bupati Langkat. Mereka membawa spanduk berisi tuntutan agar bantuan dari pemerintah pusat segera disalurkan secara merata.

Dalam aksinya, warga menyuarakan keluhan bahwa masih banyak korban banjir di Langkat yang belum menerima bantuan, meskipun bencana telah berlalu beberapa waktu lalu.

Aksi tersebut mendapat pengawalan dari Polres Langkat dan Satpol PP untuk menjaga keamanan. Massa berasal dari sejumlah kecamatan di Langkat Hilir dan Teluk Aru, seperti Tanjungpura, Hinai, Gebang, Babalan, dan Sei Lepan.

 

View this post on Instagram

 

Sebanyak 15 perwakilan massa kemudian diterima untuk berdialog langsung dengan Bupati Langkat, Syah Afandin.

Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan bahwa masih banyak korban banjir yang belum terdata sebagai penerima bantuan. Menanggapi hal tersebut, Bupati Langkat mengakui adanya kendala dalam proses pendataan.

“Kami akui ada permasalahan dalam pendataan. Untuk itu akan dilakukan pendataan ulang, dan kami siap membawa persoalan ini ke pemerintah pusat,” ujar Syah Afandin.

Ia menjelaskan bahwa penyaluran bantuan berada di bawah kewenangan Kementerian Sosial Republik Indonesia. Namun, Pemerintah Kabupaten Langkat akan terus mengawal agar bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang berhak.

Koordinator aksi, Said Abdullah, menyampaikan lima tuntutan utama dalam aksi tersebut, yaitu transparansi data penerima bantuan, kejelasan anggaran, pendataan ulang korban banjir, percepatan pemulihan, serta respons cepat pemerintah dalam penanganan bencana ke depan.

Setelah dialog, massa membubarkan diri secara tertib sambil menunggu realisasi dari komitmen pemerintah daerah terkait penyaluran bantuan korban banjir di Langkat.