Stabat, Langkatoday.com – Setelah sempat memanas hingga merobohkan pagar kantor Bupati, aksi unjuk rasa ratusan warga Besitang akhirnya menemui titik terang. Bupati Langkat, H. Syah Afandin, menemui langsung massa aksi di Alun-Alun Tengku Amir Hamzah, Stabat, Senin petang (20/4).
Pertemuan ini menjadi momen krusial setelah sebelumnya massa merasa kecewa karena hanya dapat berkomunikasi via video call saat Bupati masih berada di Jakarta untuk urusan dinas.
Maraton dari Kualanamu ke Lokasi Aksi
Demi meredam amarah warga, Syah Afandin melakukan perjalanan maraton. Begitu tiba di Bandara Kualanamu sekitar pukul 17.00 WIB dengan penerbangan sore, ia langsung meluncur ke Stabat dan tiba di lokasi aksi pada pukul 18.00 WIB.
Kehadiran orang nomor satu di Langkat ini langsung disambut riuh warga Besitang yang menuntut keadilan terkait pembagian bantuan sosial (bansos) pascabanjir besar November 2025 lalu.
Janji “Jemput Bola” ke Kementerian Sosial
Di hadapan warga yang masih bertahan hingga petang, Bupati berjanji tidak akan tinggal diam. Ia menyatakan akan segera menghadap Menteri Sosial RI untuk memperjuangkan hak warga Besitang yang belum tersentuh bantuan.
Menariknya, Syah Afandin secara terbuka meminta perwakilan warga untuk ikut serta mendampinginya ke Jakarta.
“Saya akan segera menghadap Menteri Sosial. Saya minta satu koordinator warga untuk mendampingi agar bisa menjelaskan kondisi sebenarnya di lapangan,” ujar Bupati di hadapan massa.
Pendataan Ulang Jadi Syarat Mutlak
Selain persoalan bantuan yang belum cair, warga mendesak agar dilakukan pendataan ulang secara menyeluruh. Masyarakat menilai data yang ada saat ini tidak valid dan tidak sesuai dengan kondisi nyata para korban banjir di lapangan.
Warga Besitang menegaskan bahwa banyak korban terdampak parah justru terlewatkan dari daftar penerima manfaat, sementara pihak-pihak yang tidak terdampak justru mendapatkan bantuan.
Massa Bubar dengan Tertib
Mendengar janji dan komitmen nyata dari Bupati yang bersedia membawa perwakilan warga ke pusat, tensi amarah massa perlahan menurun. Sekitar pukul 19.00 WIB, ratusan warga Besitang akhirnya membubarkan diri dengan tertib di bawah pengawalan aparat kepolisian dan Satpol PP.
Meskipun aksi ini sempat diwarnai insiden robohnya pagar Kantor Bupati akibat amuk massa di siang hari, pertemuan petang tadi menjadi penutup yang persuasif dalam meredam konflik agraria dan sosial di Langkat.
.png)





