Sri Lanka Minta Bantuan Internasional, Korban Banjir Siklon Ditwah Tembus 123 Orang

- Pewarta

Sabtu, 29 November 2025 - 19:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Banjir di Sri Lanka (Foto: Reuters)

Banjir di Sri Lanka (Foto: Reuters)

JAKARTA, LANGKATODAY – Pemerintah Sri Lanka resmi meminta bantuan internasional setelah jumlah korban tewas akibat banjir besar yang dipicu Siklon Ditwah meningkat menjadi 123 orang, sementara 130 lainnya masih hilang, Sabtu (29/11/2025).

Pusat Manajemen Bencana (DMC) melaporkan hampir 15.000 rumah hancur dan 44.000 warga mengungsi ke tempat penampungan sementara. Direktur Jenderal DMC, Sampath Kotuwegoda, mengatakan ribuan personel dari angkatan darat, laut, dan udara telah dikerahkan untuk memperkuat operasi penyelamatan.

Baca Juga:  Donald Trump Ancam Bakal Pakai Senjata Terkuat Jika Negosiasi AS-Iran Gagal

“Kami telah mengonfirmasi 123 korban tewas dan 130 hilang,” kata Kotuwegoda di Kolombo, dikutip AFP.

Pemerintah juga meminta bantuan warga Sri Lanka di luar negeri untuk memberikan sumbangan guna mendukung hampir setengah juta warga yang terdampak. Perdana Menteri Harini Amarasuriya telah bertemu para diplomat asing untuk meminta dukungan negara mereka.

India menjadi negara pertama yang merespons dengan mengirim dua pesawat bantuan serta menyalurkan logistik dari kapal perangnya yang tengah berlabuh di Kolombo. Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyampaikan belasungkawa dan memastikan New Delhi siap mengirim bantuan tambahan.

Baca Juga:  India Dicap “Pengkhianat” Usai AS Tenggelamkan Kapal Fregat Iran di Lepas Pantai Sri Lanka

DMC memperkirakan banjir kali ini dapat melampaui tingkat bencana pada 2016 yang menewaskan 71 orang. Cuaca ekstrem ini menjadi yang paling mematikan sejak Juni tahun lalu, ketika 26 orang tewas akibat hujan lebat.

Banjir terburuk Sri Lanka dalam dua dekade terakhir terjadi pada Juni 2003, dengan total 254 korban jiwa.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hana Kuraki, Aktris AV Jepang, Dikabarkan Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun
Polisi Sebut Wanita yang ‘Digoyang’ Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Sosok Sika Ae, Wanita Simpanan Biksu yang Digoyang di Meja Makan
Seorang Biksu Senior Thailand Terekam CCTV Berhubungan Seks dengan Asisten Wanitanya
Sebut Islam “Radikal”, Dewan Pendidikan Texas Sahkan Kurikulum Studi Sosial Baru yang Menuai Kecaman
Indonesia Buka Kerja Sama Teknologi dengan AS, Kedaulatan Digital Tetap Jadi Prioritas
Upah Minimum Jepang Naik 5 Persen, Rata-rata Capai Rp132 Ribu per Jam
Tujuh Tentara AS Tewas Baku Hantam Sesama Mereka di Kapal Induk USS Lincoln

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:32 WIB

Hana Kuraki, Aktris AV Jepang, Dikabarkan Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun

Senin, 14 September 2026 - 12:43 WIB

Polisi Sebut Wanita yang ‘Digoyang’ Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosok Sika Ae, Wanita Simpanan Biksu yang Digoyang di Meja Makan

Jumat, 11 September 2026 - 11:28 WIB

Seorang Biksu Senior Thailand Terekam CCTV Berhubungan Seks dengan Asisten Wanitanya

Kamis, 10 September 2026 - 14:08 WIB

Sebut Islam “Radikal”, Dewan Pendidikan Texas Sahkan Kurikulum Studi Sosial Baru yang Menuai Kecaman

Terbaru

Berita

Nilai Kabupaten Layak Anak Langkat Turun, Ini Penyebabnya

Selasa, 22 Sep 2026 - 17:14 WIB