Lakukan Pengabdian Masyarakat, Dosen IKH Medan Perkenalkan Manfaat Tanaman Jarum Tujuh Bilah di Langkat

- Pewarta

Jumat, 25 April 2025 - 09:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

STABAT (Langkatoday) – Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Institut Kesehatan Helvetia Medan (IKH) Medan melalui Program Desa Binaan, Dosen Fakultas Farmasi dan Kesehatan melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema Pemanfaatan Tanaman Jarum Tujuh Bilah (Pereskia bleo K.) dan Pemeriksaan Kesehatan di Dusun I Desa Padang Cermin, Kec. Selesai, Kab. Langkat, Kamis (17/4).

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Tim kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diketuai oleh Dr. Mayang Sari, ST, M.Si dengan anggota Sri Handayani, S.Si, M.Si dan apt. Ruth Mayana Rumanti, S.Farm, M.Si serta dibantu beberapa mahasiswa Fakultas Farmasi dan Kesehatan Institut Kesehatan Helvetia.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan penelitian sebelumnya yang telah dilakukan dari jurusan Farmasi di Institut Kesehatan Helvetia Medan tentang identifikasi kandungan dan manfaat tanaman jarum tujuh bilah (Pereskia bleo K.). Tanaman jarum tujuh bilah (Pereskia bleo K.) merupakan tanaman jenis kaktus, dan satu-satunya tanaman kaktus yang memiliki daun. Selain sebagai tanaman hias, tanaman ini juga berpotensi sebagai tanaman herbal yang berkhasiat obat.

Baca Juga:  Dosen dan Mahasiswa Farmasi UMN Al-Washliyah Edukasi Penggunaan Obat yang Tepat di Puskesmas Teladan Medan

Bunga jarum tujuh bilah (Pereskia bleo K.) merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang dipercayai memiliki banyak khasiat diantaranya antikanker, antidiabetes, antitumor, antirematik, antihipertensi dan secara umum beberapa bagian tanaman dapat dimanfaatkan mulai dari daun, akar, dan batang. 

Daun jarum tujuh bilah merupakan tanaman yang belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dalam pengobatan tradisional. Daun jarum tujuh bilah mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, asam lemak, lakton, fenol, sterol,terpenoid, dan fitosterol glikosida.

Khasiat daun dan bunga Pereskia bleo diambil untuk detoksifikasi dan revitalisasi tubuh. Buahnya dikonsumsi oleh beberapa kelompok etnis di Panama sebagai buah yang dipetik dari hutan dan daun Pereskia bleo secara tradisional digunakan untuk mengobati kanker, wasir, hipertensi, diabetes, infeksi, sakit lambung, sakit kepala, maag, dan kondisi peradangan seperti rematik dan asma.

Selain melakukan pemberdayaan melalui pemanfaatan tanaman jarum tujuh bilah, tim pengabdian masyarakat IKH juga melakukan pemeriksaan kesehatan melalui pengecekan tekanan darah dan asam urat terhadap masyarakat di Dusun I Desa Padang Cermin. Setelah pemeriksaan, masyarakat mendapatkan sesi konseling kesehatan yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan mereka serta langkah pencegahan penyakit seperti hipertensi dan asam urat.

Baca Juga:  Kemenag Buka Program Beasiswa Indonesia Bangkit 2025, Cek Kuotanya

Fakultas Farmasi dan Kesehatan IKH berkomitmen untuk terus berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dari pemanfatan tanaman obat bagi masyarakat serta mendukung upaya pencegahan penyakit sejak dini. (rel)

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prodi Pendidikan IPS STKIP Al Maksum Raih Akreditasi Unggul
Hari Pramuka ke-65, Tiorita Ajak Generasi Muda Bangun Budaya Produktif
Mahasiswi USU Asal Langsa Meninggal, Isu Perundungan Masih Dalam Penelusuran
IKA Unpad Dorong Beasiswa, Koperasi Masjid hingga Penguatan Infrastruktur Kampus
103 Siswa Diktukba Polri Ikuti Outbound di Langkat, Diperkenalkan Sejarah Bukit Kerangan
Mahasiswa UDA Gelar Demo, Soroti Status Akreditasi hingga Dugaan Pungutan Rp2 Juta
Wajah Baru SMAN 21 Medan: Di Bawah Komando Teti Dian Sari, dari Benahi Sanitasi Hingga Buka Kelas Unggulan
Kemdiktisaintek Pulihkan Status STKIP Al Maksum Langkat Usai Evaluasi dan Perbaikan

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 17:56 WIB

Prodi Pendidikan IPS STKIP Al Maksum Raih Akreditasi Unggul

Senin, 28 September 2026 - 16:37 WIB

Hari Pramuka ke-65, Tiorita Ajak Generasi Muda Bangun Budaya Produktif

Senin, 28 September 2026 - 13:18 WIB

Mahasiswi USU Asal Langsa Meninggal, Isu Perundungan Masih Dalam Penelusuran

Senin, 28 September 2026 - 03:14 WIB

IKA Unpad Dorong Beasiswa, Koperasi Masjid hingga Penguatan Infrastruktur Kampus

Kamis, 3 September 2026 - 11:57 WIB

103 Siswa Diktukba Polri Ikuti Outbound di Langkat, Diperkenalkan Sejarah Bukit Kerangan

Terbaru