Dosen Institut Kesehatan Helvetia Dampingi Praktik Pemenuhan Gizi Baduta di Puskesmas Medan Labuhan

Medan, Langkatoday.com – Dosen Institut Kesehatan Helvetia Medan melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui program Pendampingan Praktik Pemenuhan Gizi Baduta sebagai Upaya Peningkatan Status Gizi di Puskesmas Medan Labuhan, Kota Medan, Rabu (15/7).

Kegiatan tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak usia di bawah dua tahun (baduta), sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting sejak dini.

Program pengabdian dipimpin oleh Siti Aisyah, S.ST., M.K.M. dengan anggota tim Bd. Aida Fitria, SST., M.Kes., Rahmawati Tarigan, M.Psi., Dea Wanda Claudia, dan Yafiah Adila. Sasaran kegiatan meliputi ibu yang memiliki baduta, anggota keluarga, serta kader Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Medan Labuhan.

Baca Juga:  Dosen Institut Kesehatan Helvetia Medan Dorong Minat Bahasa Inggris Anak Lewat Metode TPR

 

Dalam kegiatan tersebut, tim dosen memberikan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang merupakan periode emas pertumbuhan dan perkembangan anak.

Pada masa ini, pemenuhan kebutuhan gizi yang seimbang dinilai sangat penting untuk mendukung perkembangan otak, sistem kekebalan tubuh, serta mencegah berbagai masalah gizi seperti stunting dan berat badan kurang.

Materi yang disampaikan mencakup pentingnya pemberian ASI eksklusif, pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) sesuai usia, penerapan gizi seimbang, konsumsi protein hewani, penyusunan menu yang beragam, hingga pentingnya pemantauan pertumbuhan anak secara rutin melalui Posyandu.

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga peserta dapat berdiskusi langsung mengenai berbagai persoalan yang dihadapi dalam pemberian makan anak sehari-hari.

Baca Juga:  Sambut HUT ke-81 RI, Gen Z Sumut Bagikan 100 Porsi Nasi dan 25 Kg Beras untuk Warga Tanjung Morawa

Selain edukasi, peserta juga mengikuti demonstrasi penyusunan menu MP-ASI bergizi seimbang menggunakan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh. Tim pengabdian memberikan contoh pemilihan bahan makanan, penyusunan menu berdasarkan usia anak, hingga teknik penyajian makanan agar lebih menarik bagi balita.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Berbagai pertanyaan muncul, mulai dari cara mengatasi anak yang sulit makan, pemanfaatan ikan sebagai sumber protein hewani, hingga penyusunan menu bergizi dengan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Ketua tim pengabdian, Siti Aisyah, S.ST., M.K.M., menegaskan bahwa keberhasilan pemenuhan gizi anak tidak hanya bergantung pada peran ibu, tetapi membutuhkan dukungan seluruh anggota keluarga.

“Pemenuhan gizi baduta merupakan tanggung jawab bersama dalam keluarga. Dengan dukungan seluruh anggota keluarga, praktik pemberian makan sehat akan lebih mudah diterapkan secara konsisten sehingga berdampak positif terhadap tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Baca Juga:  Tabligh Akbar HUT Sumut, Das'ad Latif dan Bobby Nasution Serukan Sumut Bebas Bencana & Narkoba

Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai praktik pemenuhan gizi baduta, pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memanfaatkan sumber pangan lokal sebagai sumber protein berkualitas, serta rutin memantau pertumbuhan anak di Posyandu.

Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi, pembagian leaflet edukasi kepada peserta, serta foto bersama. Institut Kesehatan Helvetia berharap program pengabdian serupa dapat terus dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Puskesmas Medan Labuhan dan berbagai pihak sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan status gizi anak di masyarakat.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia