KampusKesehatan

Dosen dan Mahasiswa Institut Kesehatan Helvetia Edukasi Bahaya Gula Berlebih di SMA PAB Medan

Silvia
265
×

Dosen dan Mahasiswa Institut Kesehatan Helvetia Edukasi Bahaya Gula Berlebih di SMA PAB Medan

Sebarkan artikel ini
channel whastapp langkatoday

Medan, Langkatoday.com – Dosen dan mahasiswa Institut Kesehatan Helvetia melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi kesehatan bertajuk “Edukasi Bijak Konsumsi Gula untuk Pencegahan Diabetes Melitus dan Obesitas pada Usia Produktif” di SMA PAB Medan, Sabtu (9/5).

Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dipimpin oleh dosen Institut Kesehatan Helvetia, Shaflina Izar, S.Pd., M.Si., dan Dr. Mayang Sari, S.T., M.Si., bersama mahasiswa.

Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman remaja mengenai pentingnya pola konsumsi gula yang sehat sebagai langkah pencegahan penyakit tidak menular sejak usia dini.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan edukasi mengenai fungsi gula bagi tubuh, batas konsumsi gula harian yang dianjurkan, serta dampak negatif konsumsi gula berlebihan yang dapat meningkatkan risiko diabetes melitus dan obesitas.

Materi disampaikan secara interaktif melalui presentasi, diskusi, dan sesi tanya jawab sehingga peserta dapat lebih mudah memahami informasi yang diberikan.

Selain itu, siswa juga diajak mengenali berbagai sumber gula yang sering dikonsumsi sehari-hari serta memahami cara membaca informasi nilai gizi pada kemasan makanan dan minuman.

Shaflina Izar menjelaskan bahwa perubahan pola konsumsi masyarakat, khususnya remaja, yang cenderung mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, edukasi kesehatan menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran generasi muda dalam menerapkan pola hidup sehat.

“Remaja merupakan kelompok strategis yang perlu mendapatkan edukasi sejak dini agar mampu membentuk perilaku hidup sehat yang berkelanjutan dan terhindar dari risiko penyakit tidak menular di masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Mayang Sari menambahkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif.

Dalam sesi edukasi, tim pengabdian juga memberikan sejumlah tips praktis yang dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, seperti membatasi konsumsi minuman manis, memilih camilan yang lebih sehat, memperbanyak konsumsi air putih, serta menjaga keseimbangan antara pola makan dan aktivitas fisik.

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini turut menjadi sarana pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, edukasi kesehatan, dan penguatan peran mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat.

Pihak SMA PAB Medan menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi Institut Kesehatan Helvetia yang telah menghadirkan edukasi kesehatan yang relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa semakin memahami pentingnya mengontrol konsumsi gula serta menerapkan gaya hidup sehat sebagai investasi kesehatan jangka panjang.