KampusKesehatan

Dosen IKH Medan Edukasi Siswa SMA PAB 6 Helvetia tentang Perawatan Luka dan Obat Tetes Mata

Silvia
154
×

Dosen IKH Medan Edukasi Siswa SMA PAB 6 Helvetia tentang Perawatan Luka dan Obat Tetes Mata

Sebarkan artikel ini
channel whastapp langkatoday

Medan, Langkatoday.com – Tim dosen Program Studi Farmasi Institut Kesehatan Helvetia (IKH) Medan menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi kesehatan bertajuk “Tekanan Osmotik dalam Penggunaan Cairan Luar untuk Perawatan Luka dan Penggunaan Obat Tetes Mata” di SMA PAB 6 Helvetia Medan, Sabtu (9/5).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Rizka Hasmi Nasution, S.Pd., M.Pd., Sri Handayani, S.Si., M.Si., dan Rufina Pramudita sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Dalam pemaparannya, tim dosen menjelaskan bahwa masih rendahnya literasi siswa mengenai konsep tekanan osmotik berpotensi menimbulkan kesalahan dalam tindakan pertolongan pertama, terutama saat membersihkan luka atau menggunakan obat tetes mata.

Banyak masyarakat, termasuk kalangan pelajar, masih beranggapan bahwa semua jenis cairan memiliki fungsi yang sama untuk membersihkan luka. Padahal, penggunaan cairan yang tidak sesuai dapat menyebabkan gangguan pada sel tubuh akibat proses lisis maupun krenasi yang terjadi karena perbedaan tekanan osmotik.

“Masih banyak siswa yang menggunakan air keran atau cairan sembarangan untuk membersihkan luka terbuka. Padahal, penggunaan cairan yang tidak isotonis dapat menghambat proses penyembuhan bahkan berisiko merusak jaringan,” ujar Rizka Hasmi Nasution.

Tim dosen menjelaskan bahwa larutan isotonis merupakan larutan yang memiliki tekanan osmotik atau osmolalitas yang sama dengan cairan tubuh, sehingga tidak terjadi perpindahan cairan secara berlebihan melalui membran sel.

Salah satu contoh larutan isotonis yang umum digunakan dalam dunia kesehatan adalah NaCl fisiologis 0,9 persen.

Selain membahas perawatan luka, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan obat tetes mata yang bersifat isotonis.

Hal tersebut bertujuan agar jaringan mata tetap nyaman dan terhindar dari iritasi akibat perbedaan konsentrasi cairan.

Kegiatan edukasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pentingnya penggunaan cairan isotonis dalam tindakan pertolongan pertama, baik untuk membersihkan luka maupun penggunaan obat tetes mata.

Sebagai bagian dari program edukasi, tim pengabdian juga menyediakan poster informasi kesehatan yang dipasang di Unit Kesehatan Sekolah (UKS) SMA PAB 6 Helvetia.

Poster tersebut diharapkan dapat menjadi media pengingat bagi siswa mengenai pentingnya penggunaan cairan yang tepat dalam perawatan kesehatan sehari-hari.

Para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan yang dikemas secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, dan sesi tanya jawab.

Selain memahami konsep dasar tekanan osmotik, siswa juga memperoleh pengetahuan praktis mengenai cara memilih dan menggunakan cairan yang aman dalam kondisi darurat.

Melalui kegiatan ini, Institut Kesehatan Helvetia berharap dapat meningkatkan kesadaran kesehatan di kalangan pelajar serta mendorong terbentuknya perilaku hidup sehat yang berbasis ilmu pengetahuan sejak usia sekolah.

“Kami berharap siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat melakukan pertolongan pertama dengan benar dan aman,” ujar Sri Handayani.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Institut Kesehatan Helvetia dalam mendukung peningkatan literasi kesehatan masyarakat melalui edukasi yang aplikatif dan berbasis kebutuhan di lingkungan sekolah.