4 Tahun Langkatoday
BeritaHukum

Isu Dugaan KDRT Rudi Harto Bangun Dapat Perhatian Aktivis Perempuan: Wakil Rakyat Kok Begini!

YR Siregar
2164
×

Isu Dugaan KDRT Rudi Harto Bangun Dapat Perhatian Aktivis Perempuan: Wakil Rakyat Kok Begini!

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi by tim Langkatoday.com
channel whastapp langkatoday

Stabat, Langkatoday.com – Nama Rudi Hartono Bangun kini berada di bawah sorotan tajam. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) itu dihantam isu dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang memicu gelombang kemarahan publik, khususnya di Kabupaten Langkat.

Reaksi keras datang dari kalangan aktivis perempuan. Nasbah Mufida alias Mak Saida, tokoh perempuan Langkat, tak menahan kekecewaannya.

“Ini sangat mengecewakan! Seorang wakil rakyat justru diduga melakukan kekerasan. Di mana moralnya?” tegasnya, Jumat (1/5).

Nasbah Mufida alias Mak Saida, tokoh perempuan Langkat

Mak Saida menyebut dugaan yang menyeret Rudi Hartono Bangun bukan sekadar persoalan pribadi, melainkan pukulan telak bagi kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif.

Ia menegaskan, tidak ada ruang toleransi terhadap kekerasan dalam rumah tangga, apalagi jika dilakukan oleh pejabat publik.

“Kalau wakil rakyat saja diduga melakukan hal seperti ini, bagaimana masyarakat mau percaya?” ujarnya.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 serta Kompilasi Hukum Islam, Mak Saida menegaskan bahwa kekerasan jelas melanggar hukum negara dan nilai agama.

Ia pun mendesak Majelis Kehormatan Dewan (MKD) untuk tidak lamban.

“Jangan ada kesan dilindungi. Proses harus transparan dan tegas,” katanya.

Tekanan juga datang dari aktivis muda Langkat, Ariswan, yang menilai kasus ini telah mencoreng nama daerah.

“Ini bukan lagi isu kecil. Ini menyangkut marwah daerah dan kepercayaan rakyat. Harus ada tindakan tegas,” ujarnya.

Kasus ini mencuat setelah Ervina Fariani melaporkan dugaan KDRT yang diduga dilakukan oleh Rudi Hartono Bangun ke MKD DPR RI.

Kini publik menunggu langkah nyata dari Majelis Kehormatan Dewan.

Satu pertanyaan mengemuka: akankah kasus yang menyeret nama Rudi Hartono Bangun ini diusut tuntas, atau justru meredup di tengah tekanan politik?