Hadapi Kredit Bermasalah, BTN Terapkan Sistem Penagihan Terpusat

- Pewarta

Senin, 4 Agustus 2025 - 18:46 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu

Jakarta, Langkatoday – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN resmi meluncurkan model pembinaan debitur baru bertajuk Business Process Improvement (BPI) Monoline Collection, sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi penagihan dan memperkuat penanganan kredit bermasalah (non-performing loan/NPL).

Model ini dikendalikan langsung oleh kantor pusat BTN dan akan diuji coba terlebih dahulu di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Kanwil Jabalnusra) sebagai proyek percontohan. Peluncuran ini menjadi bagian dari agenda besar pembenahan tata kelola perusahaan serta inovasi bisnis berkelanjutan BTN.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyebut BPI Monoline Collection merupakan bagian penting dari strategi BTN tahun 2025 dalam mengoptimalkan proses collection and recovery kredit. Ia menargetkan rasio NPL gross dapat ditekan hingga 3,04% pada akhir tahun.

“Masih ada sisa lima bulan. Setelah inisiatif ini digulirkan secara masif, harapannya bisa mendorong pencapaian target tersebut,” ujar Nixon, dikutip dari keterangan tertulis, Ahad (3/8/2025).

Baca Juga:  Rumah Ahmad Sahroni Dikepung, Netizen Minta Jangan Dibakar

Nixon menjelaskan, tantangan risiko kredit saat ini semakin kompleks akibat faktor makroekonomi global, pasca pandemi, hingga dampak ketegangan geopolitik. Hal ini turut mendorong gelombang PHK, inflasi, dan biaya hidup tinggi yang memperberat beban debitur.

Untuk mengantisipasi hal itu, BTN merasa perlu melakukan transformasi menyeluruh terhadap proses bisnis. Salah satunya, penyempurnaan sistem penagihan agar lebih terfokus dan tidak tumpang tindih di tingkat kantor cabang.

“Biaya penagihan masih tinggi akibat transportasi dan inefisiensi lainnya. Dengan BPI ini, kita perkuat risk underwriting dan menjaga cost of credit tetap di bawah 1,2%,” tambahnya.

Inisiatif ini juga disebut sejalan dengan penguatan kapabilitas BTN menuju layanan perbankan yang lebih holistik. BTN kini tidak lagi hanya dikenal sebagai penyedia KPR, melainkan akan menghadirkan paket produk finansial yang lebih lengkap.

“Kita transformasi kantor cabang agar lebih fokus—baik untuk portofolio maupun transaksi. Tapi sebelum ke sana, kita bereskan dulu sisi collection-nya,” tutur Nixon.

Baca Juga:  Jadi Tersangka Kasus Impor Gula, Tom Lembong Ditahan di Rutan Salemba

Di sisi lain, Direktur Manajemen Risiko BTN, Setiyo Wibowo, menyatakan momentum peluncuran BPI sangat tepat karena kondisi makroekonomi dan kinerja BTN tergolong stabil.

Ia menilai, dengan turunnya tekanan suku bunga dan mulai stabilnya biaya dana, BTN dapat mengurangi kebutuhan alokasi cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN).

“Kalau CKPN bisa ditekan, dana tersebut bisa kita alihkan untuk menghasilkan pendapatan dan meningkatkan profit,” ujar Setiyo.

BTN saat ini memiliki sekitar 2.000 staf dan tenaga collection di seluruh Indonesia. Perseroan juga berkomitmen memperkuat proses tersebut dengan benchmarking terhadap praktik terbaik perbankan global, termasuk penggunaan teknologi otomasi dan analitik.

“Saat ini banyak bank besar sudah mengotomasi proses collection, bahkan menggunakan chatbot. Kita juga akan menuju ke arah itu, dengan model regionalisasi atau cluster-based,” pungkas Setiyo.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lebah Begantong, Grup Musik Melayu Asal Medan yang Tampil di Depan Prabowo
Tiorita Minta Bank Sumut Perluas Layanan, Soroti ATM hingga KKPD
Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?
Sampah Jadi Duit, Pemkab Langkat Dorong Budidaya Maggot Lewat Program LIGAT
Pergantian Direksi BUMD Langkat Mencuat, Ini Kata Orang Dalam
Keracunan MBG Makin Marak, SPPG Diusulkan Kena Denda hingga Pidana
Sumur Minyak Langkat Jadi Perhatian Jakarta, Tiorita Temui Bahlil
Sebelum Dicopot, Purbaya Mau Sikat Perusahaan Asing yang Hina Aturan RI

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:51 WIB

Tiorita Minta Bank Sumut Perluas Layanan, Soroti ATM hingga KKPD

Senin, 21 September 2026 - 14:16 WIB

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 - 16:45 WIB

Sampah Jadi Duit, Pemkab Langkat Dorong Budidaya Maggot Lewat Program LIGAT

Kamis, 17 September 2026 - 14:36 WIB

Pergantian Direksi BUMD Langkat Mencuat, Ini Kata Orang Dalam

Selasa, 15 September 2026 - 20:25 WIB

Keracunan MBG Makin Marak, SPPG Diusulkan Kena Denda hingga Pidana

Terbaru

Berita

Nilai Kabupaten Layak Anak Langkat Turun, Ini Penyebabnya

Selasa, 22 Sep 2026 - 17:14 WIB