Stabat, Langkatoday.com – Hujan deras dan luapan sungai merendam permukiman warga di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Senin (12/10).
Ratusan kepala keluarga (KK) terdampak, sementara sebagian warga terpaksa mengungsi untuk menghindari risiko banjir.
Genangan juga merendam Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan–Aceh sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan arus perjalanan di jalur utama tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Pelaksana BPBD Langkat, Muhammad Ansyari, menyebut banjir berdampak pada lima dusun.
Rinciannya, Dusun Sejambu sebanyak 220 KK, Sidodadi 240 KK, Pantai Pulau 75 KK, Suka Ramai 114 KK, dan Sekoci 70 KK.
Desa Sekoci menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah dengan ketinggian air mencapai 100–150 sentimeter.

Sementara itu, genangan di Desa Aras Napal berkisar 50–100 sentimeter dan Kelurahan Kampung Lama 10–30 sentimeter.
Untuk menampung warga terdampak, empat posko pengungsian telah disiapkan. Sebanyak 40 KK mengungsi di Sekoci, 80 KK di Sidodadi, 120 KK di Suka Ramai, dan 30 KK di Sejambu.
Hingga laporan ini disampaikan, belum ada korban jiwa yang dilaporkan.
BPBD Langkat bersama pemerintah kecamatan, perangkat desa, dan masyarakat terus melakukan evakuasi serta menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.
Banjir juga merendam jalan di Dusun I Sumur Bor, Kecamatan Padang Tualang. Kondisi tersebut menyulitkan mobilitas warga dan berisiko membahayakan pengendara yang melintas.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan diri menerobos jalan yang tergenang, terutama jika arus air deras.
Di tengah penanganan banjir, kebutuhan pengungsi dan keselamatan warga menjadi prioritas, terutama bagi keluarga yang belum dapat kembali ke rumah akibat tingginya genangan.
Editor : Fadli













Komentar