BGN Kembalikan Rp311,2 Miliar ke Kas Negara, Temukan 414 Dapur MBG Bermasalah
Jakarta, Langkatoday.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan dana sebesar Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan 414 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bermasalah dalam proses verifikasi administrasi.
Temuan tersebut diungkapkan Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (31/7).
Menurut Sudaryono, pengembalian dana dilakukan setelah BGN melakukan penyisiran terhadap ribuan rekening virtual account milik dapur MBG yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
“Kami melakukan monitoring terhadap 27.469 dapur yang saat ini beroperasi. Semua kami sisir, termasuk dapur-dapur yang sebelumnya menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi maupun surat elektronik. Seluruhnya kami verifikasi satu per satu,” ujar Sudaryono.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, BGN menemukan sejumlah kejanggalan. Di antaranya terdapat rekening virtual yang terdaftar untuk dapur yang belum beroperasi, rekening ganda dalam satu dapur, hingga rekening yang tidak memiliki aktivitas operasional sesuai ketentuan.
“Setelah kami verifikasi, ditemukan sebanyak 414 SPPG yang rekeningnya bermasalah. Ada yang memiliki rekening ganda, ada dapurnya belum beroperasi, bahkan ada yang tidak sesuai dengan data operasional,” jelasnya.
Atas temuan tersebut, BGN memutuskan mengembalikan seluruh dana yang telah dialokasikan kepada 414 SPPG tersebut ke kas negara guna menghindari potensi penyalahgunaan anggaran.
Sudaryono merinci, dana yang dikembalikan berasal dari lima bank penyalur, yakni Bank BRI sebanyak 121 SPPG dengan nilai Rp137,5 miliar, Bank BNI sebanyak 117 SPPG senilai Rp74 miliar, Bank Mandiri sebanyak 129 SPPG dengan nilai Rp71,6 miliar, Bank Syariah Indonesia (BSI) sebanyak 19 SPPG sebesar Rp12,9 miliar, serta Bank BTN sebanyak 28 SPPG senilai Rp15,3 miliar.
“Total dana yang kami kembalikan ke kas negara mencapai Rp311,2 miliar. Ini merupakan hasil penyisiran yang telah kami lakukan sampai hari ini,” katanya.
Ia menegaskan proses evaluasi belum berhenti. BGN akan terus melakukan audit dan verifikasi terhadap seluruh rekening maupun operasional dapur MBG untuk memastikan anggaran negara hanya digunakan oleh dapur yang benar-benar memenuhi syarat dan telah beroperasi.
“Kami akan terus melakukan penyisiran. Jika nantinya masih ditemukan data yang tidak sesuai, tentu akan kami tindaklanjuti dan informasikan kepada publik,” tegas Sudaryono.
Langkah tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya BGN memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis agar berjalan lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran sesuai arahan pemerintah.

.jpg)






