Sudaryono: Pendidikan, Kesehatan hingga Gizi Masih Jadi PR Besar Pemerintah
Jakarta, Langkatoday.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bersyukur atas kondisi keamanan dan stabilitas yang masih terjaga di Indonesia di tengah situasi global yang dinilainya semakin tidak menentu.
Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono saat menutup konferensi pers di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, Jumat (31/7).
Di tengah berbagai kritik terhadap kebijakan pemerintah, Sudaryono mengingatkan bahwa banyak negara saat ini tengah menghadapi persoalan yang lebih berat. Sebagai contoh, ia menyinggung kondisi di Filipina yang menurutnya mengalami gangguan mobilitas masyarakat.
“Sekarang dunia sedang tidak baik-baik saja. Kita alhamdulillah, teman-teman media datang ke sini tidak jalan kaki. Di Filipina jalan kaki loh,” ujar Sudaryono.
Ia mengajak masyarakat untuk melihat berbagai persoalan secara lebih jernih dengan mengedepankan akal sehat dan hati nurani. Menurutnya, pemerintah saat ini tengah berupaya melakukan berbagai pembenahan di sejumlah sektor strategis.
“Mari kita bicara pakai hati, pakai hati nurani, pakai akal sehat. Kita semua diberi anugerah kecerdasan, sehingga mari melihat persoalan dengan bijak. Inilah yang sekarang sedang dikerjakan oleh Presiden kita,” katanya.
Meski demikian, Sudaryono tidak menampik masih banyak persoalan yang harus diselesaikan pemerintah. Ia menegaskan pembenahan di berbagai bidang akan terus menjadi prioritas.
Menurutnya, sektor pendidikan, kesehatan, gizi, hingga penguatan pilar demokrasi dan media merupakan bagian dari agenda besar pemerintah yang membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa.
“Memang masih banyak yang harus dibenahi. Itulah tugas pemerintah, membenahi hal-hal yang memang harus diperbaiki, mulai dari pendidikan, kesehatan, gizi, hingga pilar demokrasi dan media,” tutupnya.
Pernyataan Sudaryono tersebut disampaikan sebagai ajakan kepada masyarakat agar tetap menjaga optimisme dan memperkuat persatuan di tengah tantangan global yang masih berlangsung.

.jpg)






