Medan, Langkatoday.com – Pembelajaran bahasa Inggris sejak usia dini dinilai menjadi salah satu bekal penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan dunia pendidikan dan persaingan global. Namun, proses belajar akan lebih efektif apabila dikemas melalui metode yang interaktif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik anak.
Berangkat dari hal tersebut, tim dosen Institut Kesehatan Helvetia Medan melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Sosialisasi Metode Pembelajaran Total Physical Response (TPR) dalam Belajar Bahasa Inggris di Perguruan Tahfizh Qur’an SD Amanah 1″ pada Jumat (24/7).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Laila Hasyim, S.S., M.A. bersama tim yang terdiri atas Mariana, S.Pd.I., M.Hum., Ani Deswita Chaniago, S.Pd., M.Hum., Rachel Deswita, dan Elisda Yanti Nasution, serta melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Sebagai salah satu bentuk Pengabdian kepada Masyarakat, kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi mengenai metode pembelajaran bahasa Inggris yang mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa melalui gerakan fisik dan aktivitas yang menyenangkan.
Ketua tim PkM, Laila Hasyim, S.S., M.A., menjelaskan bahwa pengenalan bahasa Inggris sejak usia sekolah dasar perlu dilakukan dengan pendekatan yang sesuai dengan dunia anak.
“Anak-anak lebih mudah memahami bahasa ketika mereka tidak hanya mendengar, tetapi juga bergerak, bermain, dan berinteraksi secara langsung. Karena itu kami memperkenalkan metode Total Physical Response agar proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan mudah dipahami,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan metode Total Physical Response (TPR), yaitu teknik pembelajaran yang menggabungkan instruksi lisan dengan respons berupa gerakan fisik.
Pendekatan tersebut membantu siswa memahami kosakata maupun kalimat sederhana tanpa merasa terbebani.
Tim PkM juga memperkenalkan beberapa variasi penerapan metode TPR, di antaranya TPR Vocabulary Drills, TPR Storytelling, TPR Role Play, TPR Songs, hingga Total Physical Response Storytelling (TPRS).
Melalui berbagai aktivitas tersebut, siswa diajak mengikuti instruksi sederhana, bermain peran, menyanyikan lagu berbahasa Inggris yang disertai gerakan tubuh, hingga mendengarkan cerita interaktif yang melibatkan partisipasi aktif seluruh peserta.
Suasana pembelajaran berlangsung penuh antusiasme. Para siswa tampak bersemangat mengikuti setiap instruksi yang diberikan, mulai dari mengenal kosakata, menirukan gerakan, hingga berinteraksi menggunakan ungkapan sederhana dalam bahasa Inggris.
Menurut tim pelaksana, pendekatan seperti ini mampu meningkatkan keberanian anak untuk menggunakan bahasa Inggris sekaligus membantu mereka mengingat kosakata lebih mudah karena dikaitkan dengan aktivitas fisik.
Selain memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata Institut Kesehatan Helvetia Medan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar melalui inovasi pembelajaran.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tersebut, diharapkan para siswa semakin termotivasi mempelajari bahasa Inggris sejak dini, sementara pihak sekolah memperoleh alternatif metode pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan mudah diterapkan dalam proses belajar mengajar sehari-hari.
.jpg)






