Medan, Langkatoday.com – Koalisi Masyarakat Anti Korupsi menggandeng insan pers dalam forum silaturahmi dan dialog hukum di Medan, Jumat (24/4), guna menguatkan pengawasan publik terhadap kinerja aparat penegak hukum. Forum ini menegaskan pentingnya transparansi, konsistensi, dan keberanian dalam memberantas korupsi tanpa tebang pilih.
Kegiatan yang digelar di kawasan Jalan STM Ujung ini menjadi ruang strategis pertemuan antara aktivis antikorupsi dan media massa. Tidak sekadar halal bihalal, forum tersebut berubah menjadi panggung refleksi kritis terhadap dinamika penegakan hukum yang belakangan kerap menjadi sorotan publik.
Sejumlah wartawan, pemimpin redaksi, hingga pemilik media hadir dalam forum tersebut, memperkuat posisi media sebagai pilar penting dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas.
Koordinator KAMAK, Azmi Hadly, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti pada slogan semata.
“Korupsi tidak bisa dilawan dengan seremoni. Dibutuhkan keberanian moral dan integritas untuk menindak tanpa tebang pilih,” tegasnya.
Azmi menilai, masyarakat saat ini semakin kritis dalam menilai kinerja aparat penegak hukum. Oleh karena itu, menurutnya, transparansi dan konsistensi menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan publik yang mulai terkikis.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat sipil, media, dan lembaga penegak hukum. Menurutnya, media memiliki peran strategis bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pengawas yang memastikan proses hukum berjalan sesuai koridor.
Diskusi yang berlangsung hangat tersebut menghadirkan berbagai pandangan kritis dari peserta. Mereka sepakat bahwa gerakan antikorupsi harus diperkuat melalui kolaborasi nyata, bukan sekadar wacana.
Melalui forum ini, KAMAK berharap lahir kesadaran kolektif bahwa pemberantasan korupsi merupakan tanggung jawab bersama. Keberanian untuk bersuara dan mengawasi, dinilai menjadi kunci dalam menentukan masa depan penegakan hukum di Indonesia.

.png)




