DomaiNesia
Berita

Pariwisata Langkat 2025: Kunjungan Wisman Menurun, Wisatawan Domestik Tetap Dominan

Silvia
2360
×

Pariwisata Langkat 2025: Kunjungan Wisman Menurun, Wisatawan Domestik Tetap Dominan

Sebarkan artikel ini
Pengunjung sedang berfoto di salahsatu spot foto di Bekancan River, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto: Tribun Medan
channel whastapp langkatoday

Stabat, Langkatoday.com – Kinerja sektor pariwisata Kabupaten Langkat sepanjang 2025 belum sepenuhnya menunjukkan tren positif. Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi Kabupaten Langkat Dalam Angka 2026 yang dirilis pada 27 Februari 2026 mencatat, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mengalami penurunan.

Sepanjang 2025, kunjungan wisman tercatat sebanyak 21.468 orang, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 22.529 kunjungan. Penurunan ini menjadi sinyal bahwa daya tarik internasional pariwisata Langkat masih belum stabil.

Di sisi lain, sektor ini masih sangat bergantung pada wisatawan domestik. Dari total 274.671 kunjungan wisatawan, sebanyak 253.203 orang merupakan wisatawan nusantara. Kondisi ini menunjukkan kontribusi wisman masih belum signifikan dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata daerah.

Fluktuasi kunjungan juga terlihat cukup tajam. Puncak kunjungan terjadi pada April dengan 47.605 wisatawan, namun merosot drastis pada Maret dan Desember yang hanya berkisar 4.600-an orang.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Langkat, Nur Elly Heriani Rambe, mengakui masih ada sejumlah tantangan yang harus dibenahi, terutama dalam hal promosi dan aksesibilitas destinasi.

“Kami tidak menutup mata bahwa penurunan wisman ini menjadi evaluasi serius. Promosi pariwisata Langkat, khususnya ke pasar internasional, memang masih perlu diperkuat,” ujarnya kepada Langkatoday.com, Senin (6/4).

Ia juga menyoroti faktor akses menuju destinasi wisata yang dinilai masih menjadi kendala bagi wisatawan, terutama mancanegara.

“Selain promosi, akses menuju lokasi wisata dan fasilitas pendukung juga harus terus kita benahi. Ini menjadi fokus kami ke depan agar kunjungan wisatawan bisa lebih stabil,” tambahnya.

Sementara itu, dari sisi fasilitas, jumlah rumah makan/restoran di Langkat tercatat sebanyak 482 unit, dengan konsentrasi terbesar di Kecamatan Stabat. Akomodasi wisata juga terdiri dari 24 hotel, 5 losmen, 3 wisma, dan 6 homestay.

Meski fasilitas terus berkembang, kondisi penurunan wisman dan fluktuasi kunjungan menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah.

Tanpa langkah konkret dan strategi yang lebih agresif, potensi besar pariwisata Langkat dikhawatirkan belum mampu memberikan dampak maksimal bagi perekonomian daerah.