TNI AL Punya Utang BBM Rp 2,25 Triliun ke Pertamina, KSAL Minta Diputihkan

- Pewarta

Selasa, 29 April 2025 - 07:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.

JAKARTA (Langkatoday) – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengungkapkan, TNI AL memiliki tunggakan pembayaran konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bernilai triliunan rupiah ke Pertamina. Ali pun meminta agar tunggakan TNI AL itu diputihkan.

Dia menjelaskan, ada tunggakan sebesar Rp 2,25 triliun dari konsumsi BBM, dan saat ini dikenakan kembali utang sebesar Rp 3,2 triliun. 

“Harapannya sebenarnya ini bisa ditiadakan untuk masalah bahan bakar, diputihkan,” kata Ali saat rapat dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (28/4).

Baca Juga:  Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan, Gerakan Islam Didorong Jadi Kekuatan Menuju Indonesia Emas 2045

Menurut dia, utang tersebut sangat mengganggu operasional TNI AL. Ali menyebut, penggunaan BBM untuk TNI AL masih dikenakan harga seperti industri-industri.

Dia pun mengusulkan agar BBM kebutuhan kapal TNI AL diberi subsidi. 

“Beda dengan Polri perlakuannya. Nah ini mungkin perlu disamakan nanti,” kata Ali.

Mantan pangkogabwilhan II tersebut juga mengusulkan agar kebutuhan BBM untuk TNI AL diatur secara terpusat oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Ali menjelaskan, TNI AL memiliki kebutuhan BBM yang cukup besar untuk operasional kapal perang.

Baca Juga:  Mendagri Tito Buka-bukaan: Ini Dia Biang Kerok BUMD Sakit, Timses Jadi 'Penyakit' Utama?

Dia menyebut, mesin kapal-kapal yang dimiliki oleh TNI AL harus tetap hidup untuk menghidupkan peralatan-peralatan di dalamnya, walaupun kapal tersebut tidak berlayar. Termasuk, kata dia, peralatan pendingin udara di dalam kapal harus tetap hidup. 

“Karena kalau AC dimatikan, peralatan elektronik akan rusak di dalamnya. Itu bahayanya,” ucap Ali.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menkeu: Beras Ilegal Rugikan Petani dan Ancam Swasembada Pangan
Lebah Begantong, Grup Musik Melayu Asal Medan yang Tampil di Depan Prabowo
Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?
Keracunan MBG Makin Marak, SPPG Diusulkan Kena Denda hingga Pidana
Sebelum Dicopot, Purbaya Mau Sikat Perusahaan Asing yang Hina Aturan RI
BREAKING NEWS: Presiden Prabowo Copot Menteri Keuangan Purbaya
4.000 Pegawai Terindikasi Judi Online, Menteri PU Dody Hanggodo Perintahkan Usut Tuntas dan Sanksi Tegas
Tiga Bandara Kembali Beroperasi Usai Ditutup Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 00:29 WIB

Menkeu: Beras Ilegal Rugikan Petani dan Ancam Swasembada Pangan

Selasa, 22 September 2026 - 04:21 WIB

Lebah Begantong, Grup Musik Melayu Asal Medan yang Tampil di Depan Prabowo

Senin, 21 September 2026 - 14:16 WIB

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Selasa, 15 September 2026 - 20:25 WIB

Keracunan MBG Makin Marak, SPPG Diusulkan Kena Denda hingga Pidana

Selasa, 15 September 2026 - 10:40 WIB

Sebelum Dicopot, Purbaya Mau Sikat Perusahaan Asing yang Hina Aturan RI

Terbaru

Berita

Nilai Kabupaten Layak Anak Langkat Turun, Ini Penyebabnya

Selasa, 22 Sep 2026 - 17:14 WIB