Stabat, Langkatoday.com – Di tengah situasi yang sedang menyita perhatian publik Kabupaten Langkat pasca ditetapkannya Bupati Langkat Syah Afandin sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), semangat anak-anak PS Langkat U-10 untuk mengharumkan nama daerah tetap tak surut.
Tim sepak bola usia 10 tahun kebanggaan Langkat itu dipastikan berangkat mengikuti putaran nasional Festival Sepak Bola Piala Presiden U-10 Tahun 2026 yang berlangsung di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 7 hingga 11 Juli 2026.
Meski kondisi pemerintahan daerah tengah mengalami dinamika, keberangkatan tim dilakukan secara mandiri dengan dukungan orang tua pemain, pelatih, serta sejumlah donatur.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Kabupaten Langkat, Safri, mengatakan pihaknya tetap memberangkatkan tim demi menjaga mimpi anak-anak yang telah berjuang keras hingga lolos ke tingkat nasional.
“Walaupun Langkat sedang berduka dan situasi belum nyaman, anak-anak tetap harus berangkat. Mereka sudah berjuang dan membawa nama daerah. Kami tidak ingin kesempatan emas ini hilang,” ujar Safri kepada Langkatoday, Senin (6/7).
Menurutnya, sebelum situasi yang berkembang beberapa hari terakhir, sempat ada rencana pertemuan sekaligus pelepasan tim oleh Bupati Langkat. Namun agenda tersebut batal terlaksana karena kondisi yang terjadi.
“Seharusnya hari Jumat lalu ada pertemuan dan pelepasan bersama anak-anak. Namun karena situasi yang berkembang, agenda itu tidak jadi terlaksana,” katanya.
Safri mengungkapkan keberangkatan tim sejauh ini masih mengandalkan dana swadaya. Bantuan sebesar Rp4,9 juta dari Riky Antony menjadi salah satu dukungan yang membantu proses keberangkatan rombongan.
Tim PS Langkat membawa 12 pemain dan 3 official menuju Yogyakarta melalui jalur penerbangan dari Bandara Kualanamu menuju Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke lokasi pertandingan.
Meski demikian, pihaknya mengaku masih memiliki kekhawatiran terkait biaya kepulangan rombongan usai turnamen berakhir.
“Saat ini yang paling kami khawatirkan adalah biaya untuk pulang kembali ke Langkat. Untuk berangkat kami usahakan bersama-sama, tetapi biaya kembali masih menjadi pekerjaan rumah,” ujarnya.
Safri berharap masyarakat Langkat, para perantau asal Langkat yang berada di Pulau Jawa, serta para pecinta sepak bola dapat memberikan dukungan moral maupun bantuan sukarela agar perjuangan anak-anak tersebut dapat berjalan lancar hingga kembali ke kampung halaman.
“Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Langkat. Anak-anak ini membawa nama daerah. Semoga mereka bisa memberikan prestasi terbaik dan kembali mengharumkan nama Langkat di tingkat nasional,” harapnya.
Dalam turnamen nasional tersebut, PS Langkat tergabung di Grup H bersama Buldam Academy Ternate (Maluku Utara), Satria Muda Sidoarjo (Jawa Timur), dan PS Kasuari Manokwari (Papua Barat).
Sementara itu, pihak panitia nasional melalui PSSI telah menyiapkan fasilitas hotel, konsumsi, serta transportasi dari hotel menuju lapangan pertandingan sehingga beban tim hanya difokuskan pada biaya perjalanan menuju dan kembali dari Yogyakarta.
Bagi masyarakat yang ingin memberikan dukungan kepada tim PS Langkat U-10, pihak official membuka kesempatan bantuan sukarela demi mendukung perjuangan para pemain muda yang tengah membawa nama Kabupaten Langkat di pentas nasional. (Red)


