Sejarah Klub Sepakbola Mercu Buana Medan, Sempat Ditakuti, Namun Tutup Karena Suap

- Pewarta

Rabu, 23 April 2025 - 12:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Koleksi Siswanto Edy Syahputra (Opa Moehses) yang juga pernah memperkuat Mercu Buana.

MEDAN (Langkatoday) – Mercu Buana adalah klub peserta Galatama (Liga Sepakbola Utama) yang didirikan oleh Probosutedjo pada 1980.

Berkandang di Medan, dan menjadikan Stadion Teladan sebagai markasnya. Mercu Buana sempat juga diperkuat pemain top di era 1980-an, Bambang Nurdiansyah.

Klub menoreh prestasi ketika tampil perdana. Mereka mampu menduduki posisi tiga pada musim 1980-1981. Bahkan pada musim 1983-1984, Mercu Buana, berhasil masuk final namun kalah 0-1 di tangan Yanita Utama.

Baca Juga:  Menag Nasaruddin Sebut Banyak Orang Mengaku Ulama Hanya Modal Cetak Kartu Nama

Namun prestasi klub ini merosot pada musim 1984-1985. Probo merasa kedisiplinan pemain Mercu Buana mulai tak beres. Berbagai kabar tak enak ia dapatkan seputar semangat pemainnya.

Buku Saya dan Mas Harto: Memoar Romantika Probosutedjo karya Alberthiene Endah menuliskan Probo menyaksikan pemandanagan tak lumrah ketika tim-nya merumput.

Penjaga gawang Mercu Buana bertindak seolah membiarkan bola masuk ke gawang. Probo mendapat informasi para pemain sudah terkena suap sehingga membiarkan diri kalah.

Baca Juga:  Soal LHKPN Wakil Ketua DPRD Langkat Cuma Rp20 Juta, Jubir KPK: Kami Akan Lakukan Pengecekan

“Bukan main kecewanya saya. Klub Mercu Buana kemudian saya tutup. Tak ada pentingnya mengembangkan klub yang sudah dikotori oleh suap,” kata Probo dalam buku itu.

Probo tak habis pikir dengan perilaku ini tapi ia mengambil hikmahnya. Mental bangsa sangat rentan. Ketidakpuasan selalu dilampiaskan ketika kekurangan dana dan fasilitas. Tetapi ketika semua sudah tercukupi kemalasan dan mental hidup seenaknya muncul. Keputusan ini menjadi akhir klub Mercu Buana.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menkeu: Beras Ilegal Rugikan Petani dan Ancam Swasembada Pangan
Nilai Kabupaten Layak Anak Langkat Turun, Ini Penyebabnya
Lebah Begantong, Grup Musik Melayu Asal Medan yang Tampil di Depan Prabowo
Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?
Kronologi Mobil Goyang Digrebek di Kisaran, Diduga Oknum Polisi vs 2 Wanita
HUT ke-81 PMI Langkat, 1.200 Pelajar PMR Bergerak Bersama
BKM Al-Badar dan YPKD Gelar Pangkas Gratis, Saatnya Masjid Harus Bermanfaat bagi Masyarakat
Dari Anggaran hingga Pengadaan, Tiorita Perkuat Komitmen Tata Kelola Langkat

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 00:29 WIB

Menkeu: Beras Ilegal Rugikan Petani dan Ancam Swasembada Pangan

Selasa, 22 September 2026 - 17:14 WIB

Nilai Kabupaten Layak Anak Langkat Turun, Ini Penyebabnya

Selasa, 22 September 2026 - 04:21 WIB

Lebah Begantong, Grup Musik Melayu Asal Medan yang Tampil di Depan Prabowo

Senin, 21 September 2026 - 14:16 WIB

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Sabtu, 19 September 2026 - 20:40 WIB

Kronologi Mobil Goyang Digrebek di Kisaran, Diduga Oknum Polisi vs 2 Wanita

Terbaru

Berita

Nilai Kabupaten Layak Anak Langkat Turun, Ini Penyebabnya

Selasa, 22 Sep 2026 - 17:14 WIB