Binjai, Langkatoday.com – Suasana haru dan khidmat menyelimuti kediaman keluarga almarhum H. Muhammad Nur Abu Bakar bin Abu Bakar Budiman di Jalan Sisingamangaraja, Kota Binjai, Sabtu (13/6) malam.
Ratusan jamaah, tokoh agama, kerabat, dan masyarakat menghadiri rangkaian Yasin, Tahlil, Dzikir, dan Doa Malam Ketujuh wafatnya almarhum yang bertepatan dengan hari kelahirannya.
Kegiatan diawali dengan pembacaan Yasin dan tahlil yang dipimpin Wakil Ketua MUI Sumatera Utara Prof. Dr. H. M. Jamil, M.A., dilanjutkan doa penutup oleh KH. Zulfiqar Hajar, Lc., serta tausiyah yang disampaikan Habib Hayqal Alaydrus.
Dalam tausiyahnya, Habib Hayqal mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara dan setiap manusia hendaknya berlomba meninggalkan jejak kebaikan yang terus dikenang setelah wafat.
“Jangan sampai ketika seseorang meninggal dunia, namanya langsung hilang dari ingatan manusia. Berbuat baiklah selama hidup, tebarkan manfaat, karena itulah yang akan membuat doa dan kenangan baik terus mengalir untuk kita,” ujar Habib Hayqal di hadapan jamaah.
Pesan tersebut sejalan dengan sabda Rasulullah SAW:
“Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim).
Habib Hayqal juga menyoroti fenomena banyaknya orang yang diberikan kekayaan, namun menggunakan hartanya untuk hal-hal yang tidak diridhai Allah SWT.
“Banyak orang kaya, tetapi hartanya justru menjadi penopang bisnis-bisnis yang tidak baik. Kekayaan bukan ukuran kemuliaan seseorang. Yang dinilai Allah adalah bagaimana harta itu digunakan untuk kemaslahatan umat,” katanya.
Ia kemudian bersaksi mengenai pribadi almarhum H. Muhammad Nur Abu Bakar yang dikenalnya sebagai sosok dermawan dan istiqamah dalam membantu kegiatan sosial serta keagamaan.
“Saya menjadi saksi, almarhum bukan hanya seorang pengusaha yang sukses. Beliau rajin berinfak, membangun dan mendukung berbagai kegiatan keagamaan, serta mewakafkan hartanya di jalan Allah. Semoga seluruh amal jariyah itu menjadi penerang kuburnya dan pemberat timbangan kebaikannya,” ungkap Habib Hayqal.
Pernyataan tersebut selaras dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 261:
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki.”
Selain itu, Allah SWT juga mengingatkan bahwa harta yang diinfakkan akan menjadi bekal abadi bagi seorang mukmin sebagaimana firman-Nya dalam Surah Ali Imran ayat 92:
“Kamu sekali-kali tidak akan mencapai kebajikan yang sempurna sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai.”
Malam ketujuh wafatnya almarhum yang bertepatan dengan hari ulang tahunnya itu menjadi momentum refleksi bagi para jamaah tentang pentingnya mempersiapkan bekal akhirat melalui amal saleh, sedekah, wakaf, serta pengabdian kepada masyarakat.
Di penghujung acara, keluarga besar almarhum menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan doa yang dipanjatkan seluruh jamaah.
Mereka berharap segala amal ibadah, sedekah, dan wakaf yang telah dilakukan almarhum selama hidup menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya serta mengantarkan beliau memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, kelak Kami masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” (QS. An-Nisa: 57).
.png)





