BeritaRegional

Tahlilan Malam Ke-5 H. M. Nur Abu Bakar di Binjai Dipenuhi Warga, Ini Pesan Habib Ahmad

Tim Langkatoday
386
×

Tahlilan Malam Ke-5 H. M. Nur Abu Bakar di Binjai Dipenuhi Warga, Ini Pesan Habib Ahmad

Sebarkan artikel ini
channel whastapp langkatoday

Binjai, Langkatoday.com – Ribuan warga dari berbagai daerah memadati kediaman keluarga besar almarhum H. Muhammad Nur Abu Bakar bin Abubakar Budiman di Jalan Sisingamangaraja No. 80, Kelurahan Tanah Tinggi, Kota Binjai, Kamis malam (11/6), untuk menghadiri rangkaian Yasin, Tahlil, Dzikir dan Doa Malam ke-5 wafatnya tokoh masyarakat Sumatera Utara tersebut.

Kegiatan yang berlangsung khidmat itu diisi dengan pembacaan Surah Yasin, tahlil, dzikir bersama, serta tausiyah agama yang disampaikan oleh Habib Ahmad bin Idrus Al Madihij, pimpinan Majelis Ta’lim Darus Sholihin Binjai. Sementara rangkaian dzikir dan tahlil dipimpin oleh Tgk. H. Umar Rafsanjani, Lc., MA (Abi Umar).

Sejak usai Salat Isya, masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, kerabat, sahabat, hingga para santri terus berdatangan untuk mendoakan almarhum serta memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.

Dalam tausiyahnya, Habib Ahmad bin Idrus Al Madihij mengajak jamaah untuk menjadikan wafatnya seseorang sebagai momentum introspeksi diri dan pengingat bahwa setiap manusia akan kembali kepada Allah SWT.

Menurutnya, salah satu ciri orang yang cerdas adalah mereka yang senantiasa mengingat kematian dan mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat.

“Orang yang paling cerdas bukanlah yang paling tinggi ilmunya atau paling banyak hartanya, tetapi mereka yang paling banyak mengingat kematian dan mempersiapkan diri untuk kehidupan setelahnya,” ujar Habib Ahmad di hadapan jamaah.

Pesan tersebut sejalan dengan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah:

“Orang yang paling cerdas adalah yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah mati.” (HR. Ibnu Majah)

Selain mengingatkan tentang kematian, Habib Ahmad juga menekankan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua, baik ketika masih hidup maupun setelah wafat.

Ia menjelaskan bahwa salah satu bentuk bakti yang tetap dapat dilakukan setelah orang tua meninggal dunia adalah dengan menjaga hubungan silaturahmi dengan keluarga, sahabat, dan kerabat yang memiliki hubungan baik dengan orang tua semasa hidupnya.

“Jangan putus hubungan dengan sahabat dan kerabat orang tua kita. Menyambung silaturahmi dengan mereka termasuk bentuk bakti yang sangat dianjurkan dalam Islam,” katanya.

Pesan tersebut merujuk pada hadis Rasulullah SAW:

“Sesungguhnya di antara bentuk bakti yang paling utama adalah seseorang menyambung hubungan dengan sahabat ayahnya setelah ayahnya meninggal dunia.” (HR. Muslim)

Habib Ahmad juga mengingatkan jamaah agar senantiasa mendoakan kedua orang tua yang telah wafat karena doa anak saleh merupakan salah satu amalan yang terus mengalir pahalanya.

Hal tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:

“Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

Sementara itu, suasana haru terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak jamaah yang turut mengenang sosok almarhum H. Muhammad Nur Abu Bakar yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan.

Keluarga besar almarhum menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang hadir serta mendoakan almarhum.

Mereka berharap seluruh doa yang dipanjatkan menjadi amal kebaikan dan Allah SWT menerima segala amal ibadah almarhum serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Ali Imran ayat 185:

“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu.”

Melalui momentum tahlilan malam ke-5 ini, keluarga berharap pesan-pesan tentang pentingnya berbakti kepada orang tua, menjaga silaturahmi, serta selalu mengingat kematian dapat menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat yang hadir.