Proyek Smart Board Senilai Rp50 Milyar Dinas Pendidikan Langkat: Diduga “Kue” Pesanan Pj Bupati

- Pewarta

Jumat, 6 Desember 2024 - 15:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

ilustrasi baru yang menggambarkan manipulasi kekuasaan di balik proyek pengadaan Smart Board.

STABAT (Langkatoday)Kasus pengadaan Smart Board di Dinas Pendidikan Langkat yang bernilai lima puluha miliar rupiah mengarah pada dugaan keterlibatan Penjabat (Pj) Bupati Langkat.

Proyek ini disinyalir tidak hanya melibatkan jajaran Dinas Pendidikan semata, tetapi juga didesain sejak tahap perencanaan anggaran di APBD-P Kabupaten Langkat.

Indikasi Desain Sejak Awal

Proses pengadaan Smart Board tampak dilakukan secara terencana jauh sebelum pengesahan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) pada 5 September 2024.

Fakta bahwa Surat Pesanan (kontrak) langsung dibuat hanya seminggu setelah APBD-P disahkan, yaitu pada 12 September 2024, menunjukkan kemungkinan adanya koordinasi yang intens antara Dinas Pendidikan dan pihak yang memiliki akses ke perencanaan anggaran.

“Proses pengadaan ini terlihat dirancang sedemikian rupa sejak tahap perencanaan APBD-P. Penempatan anggaran untuk Smart Board sepertinya sudah diarahkan oleh pihak tertentu, sehingga proses lelang atau pengadaan terlihat tergesa-gesa tetapi serba siap,” ujar seorang sumber yang meminta anonimitas.

Peran Pj Bupati Langkat dalam Pengaturan Anggaran

Sebagai pemimpin eksekutif, Pj Bupati Langkat memiliki kewenangan strategis dalam menyetujui dan mengarahkan penyusunan APBD, termasuk revisinya melalui APBD-P.

Dalam kasus ini, ada dugaan bahwa anggaran pengadaan Smart Board, yang mencapai Rp 17,9 miliar, telah “diamankan” sejak tahap perencanaan oleh oknum di lingkaran Pj Bupati.

Baca Juga:  Aparat Desa Terjebak Politik Praktis: Pilkada Langkat Tercoreng!

“Penganggaran proyek ini dalam APBD-P tidak mungkin terjadi tanpa restu kepala daerah, apalagi dalam jumlah besar. Sangat mungkin, proyek ini sudah dipetakan sejak awal, bahkan sebelum pembahasan resmi APBD-P,” kata Syahrial, Direktur LSPI.

Syahrial juga menambahkan bahwa percepatan pengesahan APBD-P dan minimnya pembahasan mendalam mengenai proyek ini di DPRD Langkat menjadi tanda adanya dorongan dari otoritas tertinggi untuk meloloskan anggaran tersebut.

Kontrol dalam Eksekusi Proyek

Setelah anggaran disahkan, dugaan keterlibatan Pj Bupati semakin menguat dalam eksekusi proyek.

Kepala Dinas Pendidikan Langkat, Saiful Abdi, yang menjadi Pengguna Anggaran (PA) sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), disebut-sebut bekerja atas arahan pihak tertentu.

Bahkan, informasi yang beredar menyebutkan bahwa akun PA/PPK Saiful Abdi dalam pengadaan Smart Board dikendalikan oleh oknum yang ditunjuk langsung oleh “penguasa”.

“Kadis Pendidikan sudah menjadi tersangka kasus korupsi PPPK sejak awal September 2024. Namun, ia tetap ditugaskan sebagai PA/PPK untuk proyek besar seperti ini. Sangat aneh jika tidak ada campur tangan dari pihak lebih tinggi untuk memastikan proyek ini berjalan,” ungkap Syahrial.

Dugaan “Keuntungan” dan Hubungan dengan Pihak Ketiga

Pengadaan Smart Board menggunakan sistem e-purchasing melalui e-katalog, yang sebenarnya dirancang untuk meminimalisasi manipulasi harga.

Namun, fakta bahwa harga satuan nyaris tidak berbeda dengan yang tercantum di e-katalog, serta pilihan vendor yang terkesan diarahkan, memunculkan dugaan adanya “keuntungan” yang mengalir ke pihak tertentu.

Baca Juga:  Usai Bertugas di Gaza, Dokter Asal Prancis Ungkap Kemunafikan Barat

Beberapa pihak menduga, keuntungan ini mengarah pada oknum-oknum yang memiliki akses langsung ke lingkaran Pj Bupati, yang bertindak sebagai pengendali proyek di balik layar.

Keterlibatan DPRD dan Potensi Penyalahgunaan Kekuasaan

Sebagai lembaga yang berfungsi mengawasi eksekutif, DPRD Langkat seharusnya lebih kritis dalam menyetujui anggaran yang masuk dalam APBD-P.

Namun, minimnya pembahasan mendalam terkait proyek ini memunculkan spekulasi adanya “pengamanan” dari tingkat legislatif yang juga dimobilisasi oleh Pj Bupati.

Desakan Penyelidikan dan Transparansi

Sejumlah elemen masyarakat dan organisasi mendesak agar Polda Sumut segera memeriksa peran Pj Bupati dalam pengadaan ini, mulai dari proses penyusunan APBD-P hingga pelaksanaan pengadaan.

Selain itu, penting untuk menyelidiki dugaan keterlibatan pihak ketiga yang memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

“Jika terbukti ada keterlibatan Pj Bupati, maka ini bukan hanya soal pelanggaran administrasi, tetapi sudah masuk ranah penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi yang sistematis,” tegas Syahrial.

Kasus ini menjadi ujian besar bagi integritas pemerintahan Langkat dan komitmen aparat penegak hukum dalam memberantas korupsi.

Akankah ini diusut hingga ke akarnya?, atau justru berhenti di tengah jalan? Publik Langkat menanti jawabannya. Ikutin terus liputanya. (rel/yg)

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lebah Begantong, Grup Musik Melayu Asal Medan yang Tampil di Depan Prabowo
Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?
Kronologi Mobil Goyang Digrebek di Kisaran, Diduga Oknum Polisi vs 2 Wanita
HUT ke-81 PMI Langkat, 1.200 Pelajar PMR Bergerak Bersama
BKM Al-Badar dan YPKD Gelar Pangkas Gratis, Saatnya Masjid Harus Bermanfaat bagi Masyarakat
Dari Anggaran hingga Pengadaan, Tiorita Perkuat Komitmen Tata Kelola Langkat
Viral Tudingan Setoran Sabu, Bripka Abdul Tamba Kini Minta Maaf dan Tarik Pernyataan
Langkat Ingin Naik Kelas, Tiorita Pelajari Tata Kelola Digital Pemkot Bandung

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 04:21 WIB

Lebah Begantong, Grup Musik Melayu Asal Medan yang Tampil di Depan Prabowo

Sabtu, 19 September 2026 - 20:40 WIB

Kronologi Mobil Goyang Digrebek di Kisaran, Diduga Oknum Polisi vs 2 Wanita

Sabtu, 19 September 2026 - 17:46 WIB

HUT ke-81 PMI Langkat, 1.200 Pelajar PMR Bergerak Bersama

Sabtu, 19 September 2026 - 13:08 WIB

BKM Al-Badar dan YPKD Gelar Pangkas Gratis, Saatnya Masjid Harus Bermanfaat bagi Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 - 22:11 WIB

Dari Anggaran hingga Pengadaan, Tiorita Perkuat Komitmen Tata Kelola Langkat

Terbaru