Oknum Kasi Kesetaraan Dinas Pendidikan Langkat Diduga Dalang Korupsi Dana PKBM

- Pewarta

Kamis, 20 Februari 2025 - 11:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Ilustrasi korupsi, Foto: radarbojonegoro

STABAT (Langkatoday) – Seorang pejabat Dinas Pendidikan Langkat berinisial Par diduga menjadi dalang dalam skandal korupsi dana Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Modus yang digunakan Par terbilang rapi, yakni dengan membuka beberapa PKBM atas nama orang lain agar tidak terdeteksi sebagai miliknya.

Salah satu PKBM tersebut adalah PKBM Anak Pulau, yang dikelola atas nama orang lain namun sejatinya berada di bawah kendali Par.

Bahkan, salah satu PKBM lainnya dikelola atas nama putrinya.

Sebagai Kasi Kesetaraan yang bertanggung jawab dalam pengelolaan dan pengawasan PKBM, Par memiliki kewenangan untuk mengatur administrasi serta data yang diajukan ke Kementerian Pendidikan.

Baca Juga:  Plt Bupati Langkat Hadiri Rakor Dana TKD, Tegaskan Komitmen Percepat Pemulihan Pascabencana

Dengan jabatannya, ia diduga dengan mudah memanipulasi data peserta didik dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) serta dokumen pendukung lainnya, sehingga laporan yang diajukan terlihat lengkap dan sesuai standar.

Akibat manipulasi tersebut, PKBM Anak Pulau dan beberapa PKBM lain yang dikendalikan oleh Par berulang kali menerima kucuran dana bantuan dari pemerintah.

Jumlah dana yang diterima tidak tanggung-tanggung, mencapai ratusan juta rupiah setiap tahunnya.

Jika diakumulasikan sejak awal operasinya, dana yang diduga dikorupsi Par diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Hingga kini, kegiatan Par masih terus berlangsung tanpa hambatan.

Dengan modus yang sama, ia terus mengelola berbagai PKBM untuk mendapatkan aliran dana dari pemerintah.

Baca Juga:  HUT ke-276 Langkat: Ribuan Warga Padati Tabligh Akbar Ustaz Das’ad Latif di Alun-Alun Stabat

Dugaan korupsi ini menimbulkan kerugian besar bagi negara dan menghambat akses pendidikan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Sementara itu, wartawan yang mencoba mengkonfirmasi Par terkait dugaan ini tidak berhasil mendapatkan jawaban.

Upaya konfirmasi melalui telepon yang dilakukan berulang kali selalu gagal, menambah tanda tanya besar terkait keterlibatannya dalam dugaan korupsi ini.

Masyarakat dan berbagai pihak berharap agar aparat penegak hukum segera turun tangan menyelidiki kasus ini.

Jika terbukti bersalah, maka Par harus bertanggung jawab atas tindakannya dan menghadapi konsekuensi hukum sesuai dengan aturan yang berlaku. (**)

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menkeu: Beras Ilegal Rugikan Petani dan Ancam Swasembada Pangan
Nilai Kabupaten Layak Anak Langkat Turun, Ini Penyebabnya
Lebah Begantong, Grup Musik Melayu Asal Medan yang Tampil di Depan Prabowo
Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?
Kronologi Mobil Goyang Digrebek di Kisaran, Diduga Oknum Polisi vs 2 Wanita
HUT ke-81 PMI Langkat, 1.200 Pelajar PMR Bergerak Bersama
BKM Al-Badar dan YPKD Gelar Pangkas Gratis, Saatnya Masjid Harus Bermanfaat bagi Masyarakat
Dari Anggaran hingga Pengadaan, Tiorita Perkuat Komitmen Tata Kelola Langkat

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 00:29 WIB

Menkeu: Beras Ilegal Rugikan Petani dan Ancam Swasembada Pangan

Selasa, 22 September 2026 - 17:14 WIB

Nilai Kabupaten Layak Anak Langkat Turun, Ini Penyebabnya

Selasa, 22 September 2026 - 04:21 WIB

Lebah Begantong, Grup Musik Melayu Asal Medan yang Tampil di Depan Prabowo

Senin, 21 September 2026 - 14:16 WIB

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Sabtu, 19 September 2026 - 20:40 WIB

Kronologi Mobil Goyang Digrebek di Kisaran, Diduga Oknum Polisi vs 2 Wanita

Terbaru

Berita

Nilai Kabupaten Layak Anak Langkat Turun, Ini Penyebabnya

Selasa, 22 Sep 2026 - 17:14 WIB