Menkeu Purbaya Umumkan APBN Januari 2026 Sudah Tekor Rp 54 Triliun, Padahal Baru Awal Tahun

- Kontributor

Senin, 23 Februari 2026 - 23:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadew saat dalam rapat kerja dengan komisi XI DPR RI di Jakarta

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadew saat dalam rapat kerja dengan komisi XI DPR RI di Jakarta

Jakarta, Langkatoday.com – Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada Januari 2026 tercatat mengalami defisit sebesar Rp 54,6 triliun, atau sekitar 0,21% dari produk domestik bruto (PDB).

Defisit ini terjadi akibat realisasi belanja negara yang lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan negara di awal tahun.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa pendapatan negara pada Januari 2026 mencapai Rp 172,7 triliun, yang setara dengan 5,5% dari target APBN sebesar Rp 3.153,6 triliun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 9,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Penerimaan perpajakan yang tercatat pada Januari 2026 mencapai Rp 138,9 triliun, atau sekitar 5,2% dari target yang ditetapkan.

Dari jumlah tersebut, penerimaan pajak berkontribusi sebesar Rp 116,2 triliun (4,9% dari target), sementara penerimaan dari kepabeanan dan cukai mencapai Rp 22,6 triliun (6,7% dari target).

Selain itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp 33,9 triliun, yang setara dengan 7,4% dari target yang ditetapkan dalam APBN 2026.

Pada sisi belanja negara, realisasinya tercatat sebesar Rp 227,3 triliun, atau 5,9% dari pagu APBN 2026 yang mencapai Rp 3.842,7 triliun.

Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 25,7% dibandingkan dengan Januari tahun sebelumnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa akselerasi belanja negara ini difokuskan untuk mendukung program-program prioritas pemerintah, seperti menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama tahun 2026.

“Belanja negara yang meningkat menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengelola ekonomi secara proaktif dan responsif, terutama di awal tahun,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin (23/2).

Terkait keseimbangan primer, defisit tercatat sebesar Rp 4,2 triliun, yang meskipun masih defisit, menunjukkan perbaikan dibandingkan dengan posisi yang lebih dalam pada Januari tahun lalu.

Untuk menutupi defisit APBN tersebut, pemerintah telah merealisasikan pembiayaan anggaran sebesar Rp 105,1 triliun, atau sekitar 15,2% dari target pembiayaan tahun ini yang mencapai Rp 689,1 triliun.

Pembiayaan ini berfungsi untuk menutupi kekurangan antara pendapatan dan belanja negara guna memastikan kelancaran program pembangunan dan pelayanan publik.

Ikuti WhatsApp Channel Langkatoday Follow

Berita Terkait

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,47 Persen pada Triwulan III 20c.26
Momen Jokowi Perlihatkan Ijazah S1 UGM di Sidang, Roy Suryo Tertawa
Wartawan Senior Bongkar Dugaan Ketum Partai Terlibat Penyadapan Presiden, Dikenal Dekat dengan Solo
Rocky Gerung Berpantun “Tukang Kayu Sebentar Lagi Jadi Tahanan”
Jokowi-Gibran Disebut Jadi Dalang di Balik Dugaan Makar Penyadapan Prabowo
Alat Sadap Listyo Lebih Canggih dari Milik TNI, Ini Penjelasan Mantan Kepala BAIS
Listyo Sigit cs Sadap Presiden Prabowo, Gerindra: Pengkhianat!
TNI AL Kerahkan 20.980 Personel Perkuat Pengamanan Ibu Kota, Usai Eks Kapolri Listyo Sigit Ditahan

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 03:35 WIB

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,47 Persen pada Triwulan III 20c.26

Kamis, 5 November 2026 - 15:19 WIB

Momen Jokowi Perlihatkan Ijazah S1 UGM di Sidang, Roy Suryo Tertawa

Kamis, 5 November 2026 - 15:03 WIB

Wartawan Senior Bongkar Dugaan Ketum Partai Terlibat Penyadapan Presiden, Dikenal Dekat dengan Solo

Kamis, 5 November 2026 - 09:29 WIB

Rocky Gerung Berpantun “Tukang Kayu Sebentar Lagi Jadi Tahanan”

Kamis, 5 November 2026 - 09:22 WIB

Jokowi-Gibran Disebut Jadi Dalang di Balik Dugaan Makar Penyadapan Prabowo

Terbaru

Chat via WhatsApp