Lucunya Cara Meraih Hak Suara dalam Pilkada 2024

- Pewarta

Selasa, 5 November 2024 - 12:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Oleh: Muhammad Luthfi
Mahasiswa S1 PGMI IAIN Langsa, Ketua Himala komisariat IAIN Langsa Periode 2022-2023

STABAT (Langkatoday) – Seperti yang kita ketahui bersama, seluruh masyarakat Indonesia akan menyambut pesta demokrasi untuk memilih Kepala Daerah disetiap Provinsi, Kabupaten/Kota atau sering disebut Pilkada pada tanggal 27 November 2024 mendatang.

Masyarakat Indonesia yang sudah memiliki hak suara tentunya dihadapkan oleh pilihan untuk menentukan Kepala Daerah di tempat mereka tinggal demi keberlangsungan demokrasi serta kemajuan di daerahnya masing-masing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironinya, ditengah-tengah gemuruh serta riuhnya perhelatan Pilkada 2024 ini, pemilih tentunya perlu mendapatkan asupan berupa ide, gagasan, inovasi pembaharuan yang kemudian dikemas oleh visi-misi dari masing-masing calon Kepala Daerah untuk disampaikan dan diunggulkan agar nantinya pemilih bisa menentukan hak pilihnya dengan baik.

Tetapi yang terjadi saat ini, ajang unjuk ide dan adu gagasan bukan lagi modal utama untuk mereka para calon kepala daerah dalam berkampanye, melainkan dengan mengunggulkan bahwasanya mereka didukung oleh partai-partai pengusung pemenang Pilpres dan Pileg Februari lalu, kemudian menyandingkan foto-foto calon kepala daerah di tingkat kabupaten dengan calon kepala daerah tingkat Provinsi diposternya dan cara-cara lain yang mengandalkan rekomendasi pemerintahan pusat.

Baca Juga:  Membaca Ulang Ekonomi Pertanian Kabupaten Langkat: Potensi Besar yang Masih Tertidur

Itulah yang hari ini mereka andalkan, seolah-olah itu merupakan cara yang sangat elegan dan menganggap mereka lebih bisa diunggulkan ketimbang calon kepala daerah yang tidak mendominasi diusung oleh orang-orang yang ada di pusat pemerintahan.

Padahal secara tidak langsung mereka sudah mempertontonkan keminimannya dalam mengemukakan visi dan misinya untuk memimpin dan bergantung kepada para penguasa partai dan pemerintahan pusat.

Mereka lupa, kelak ketika mereka memimpin, mereka bukan lagi milik partainya apalagi milik para penguasa pemerintahan pusat, melainkan milik seluruh rakyat di daerahnya yang mengedepankan dan juga melayani seluruh masyarakat di daerah tersebut.

Baca Juga:  Kenapa Tidak Boleh Golput? Ini Dampak Negatifnya untuk Masa Depan

Terhadap kontroversi para calon kepala daerah yang seperti ini bisa kita simpulkan bahwasanya kita sebagai pemilih dan rakyat biasa tidak bisa melarang cara-cara mereka dalam berkampanye dengan cara tersebut. Tetapi perlu diketahui, bahwasanya ini sebuah kemunduran seorang calon pemimpin untuk menjual ide dan gagasan yang visioner kepada masyarakat pemilihnya.

Menjadi PR kita bersama harus lebih bisa membuka naluri berpikir secara sehat, melihat mana calon pemimpin yang memiliki visioner jelas, mandiri dan tak bergantung pada pemerintahan pusat.

Terlebih lagi, kita kaum pemuda yang sangat mendominasi dalam menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada tahun 2024 ini serta memiliki peranan penting dalam menjaga keberlangsungan demokrasi di negeri ini.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perlahan Tapi Pasti, Langkat Tunjukkan Tren Positif dari Tahun ke Tahun
“Seikhlasnya, Tapi Ada Tarifnya”, Kisah Receh dari Puskesmas Stabat
Tanggap Darurat Diperpanjang, Wakil Rakyat Justru Mengungsi ke Luar Daerah
Tak Punya Empati! Banjir Belum Surut, Mayoritas Anggota DPRD Langkat Pergi Kunjungan Kerja
Hampir Seluruh Nahdliyin Sepakat Gus Yahya Diberhetikan sebagai Ketum PBNU
Alun-Alun Stabat yang Berubah Jadi Kolam, Cermin Buram Tata Kota Langkat
Ketika Wakil Rakyat Lupa Menjadi Teladan
Dulu Dicopot Karena Tahanan Kabur, Kini Kapolres Langkat Dituding Tutup Mata atas Skandal Besar!

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 06:45 WIB

Perlahan Tapi Pasti, Langkat Tunjukkan Tren Positif dari Tahun ke Tahun

Kamis, 9 April 2026 - 09:28 WIB

“Seikhlasnya, Tapi Ada Tarifnya”, Kisah Receh dari Puskesmas Stabat

Kamis, 4 Desember 2025 - 21:33 WIB

Tanggap Darurat Diperpanjang, Wakil Rakyat Justru Mengungsi ke Luar Daerah

Kamis, 4 Desember 2025 - 14:10 WIB

Tak Punya Empati! Banjir Belum Surut, Mayoritas Anggota DPRD Langkat Pergi Kunjungan Kerja

Sabtu, 22 November 2025 - 17:28 WIB

Hampir Seluruh Nahdliyin Sepakat Gus Yahya Diberhetikan sebagai Ketum PBNU

Terbaru

Nasional

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Okt 2026 - 14:00 WIB

Nasional

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Senin, 19 Okt 2026 - 13:53 WIB

Sajian Khusus

33 Ribu Orang Menganggur di Langkat, Lulusan SMA Terbesar

Minggu, 18 Okt 2026 - 08:50 WIB