AQI Stabat Melonjak ke 204, Kabut Selimuti Alun-Alun Tengku Amir Hamzah

- Pewarta

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Stabat, Langkatoday.com – Kualitas udara di Kota Stabat, Kabupaten Langkat, memburuk. Indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) tercatat mencapai 204 pada Kamis (15/10), masuk kategori sangat tidak sehat berdasarkan skala yang digunakan AccuWeather.

Angka tersebut meningkat dibandingkan sehari sebelumnya, Rabu (14/10), ketika AQI Stabat tercatat 108 atau kategori tidak sehat.

Berdasarkan pantauan di situs AccuWeather, indeks tersebut menunjukkan kondisi udara yang perlu diwaspadai karena berpotensi menimbulkan dampak kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dok. Langkatoday

Kondisi tersebut juga terlihat di kawasan Alun-Alun Tengku Amir Hamzah, Stabat. Pada Kamis pagi, suasana di kawasan ruang publik itu tampak diselimuti kabut yang cukup tebal.

Baca Juga:  Plt Bupati Tiorita Gerak Cepat, Gubsu Bobby Pastikan Jalur Langkat-Karo Diperbaiki Oktober 2026

Tidak terlihat warga yang melaksanakan aktivitas lari pagi sebagaimana biasanya. Kondisi ini membuat suasana alun-alun tampak berbeda dari hari-hari normal.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya melaporkan sebaran asap terdeteksi di seluruh wilayah Sumatera Utara berdasarkan pemantauan citra satelit pada Rabu (14/10).

Pengamatan di sejumlah stasiun meteorologi juga mencatat penurunan jarak pandang menjadi sekitar 1–4 kilometer.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat. Anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan perlu lebih berhati-hati.

Baca Juga:  Kapan Awal Puasa Ramadan 2025 di Arab Saudi?

Jika terpaksa beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker respirator seperti N95 atau KN95 dapat membantu mengurangi paparan partikel halus. Warga juga disarankan memantau perkembangan kualitas udara dan mengikuti informasi resmi BMKG.

Kondisi ini menjadi perhatian bagi masyarakat Stabat, terutama mereka yang biasa berolahraga pada pagi hari di ruang terbuka. Aktivitas luar ruangan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kualitas udara terkini.

Editor : Fadli

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gagal Menanjak di Jembatan Wampu Stabat, Kontainer Bermuatan 20 Ton Besi Terbalik
Safari Pers TNI AL di Kodaeral I, Waaspers Kasal Tinjau Fasilitas Kesehatan dan Barakuda
Sebaran Asap Terdeteksi di Wilayah Sumut, Jarak Pandang Turun hingga 1 Kilometer
BAZNAS Langkat Hadiri Rakornas 2026, Siap Perkuat Penghimpunan Zakat Produktif
PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode
Dari Medan ke Langkat, Menelusuri Rekam Jejak AKP Ruspian di Bidang Narkoba
Gibranisti Sebut Desakan Pemakzulan Gibran sebagai Kejahatan Politik
Batam dan Sekitarnya Blackout, Pasokan Air Bersih dan Internet Terganggu

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:35 WIB

Gagal Menanjak di Jembatan Wampu Stabat, Kontainer Bermuatan 20 Ton Besi Terbalik

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Safari Pers TNI AL di Kodaeral I, Waaspers Kasal Tinjau Fasilitas Kesehatan dan Barakuda

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:39 WIB

AQI Stabat Melonjak ke 204, Kabut Selimuti Alun-Alun Tengku Amir Hamzah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Sebaran Asap Terdeteksi di Wilayah Sumut, Jarak Pandang Turun hingga 1 Kilometer

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:18 WIB

PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode

Terbaru