Stabat, Langkatoday.com – Kualitas udara di Kota Stabat, Kabupaten Langkat, memburuk. Indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) tercatat mencapai 204 pada Kamis (15/10), masuk kategori sangat tidak sehat berdasarkan skala yang digunakan AccuWeather.
Angka tersebut meningkat dibandingkan sehari sebelumnya, Rabu (14/10), ketika AQI Stabat tercatat 108 atau kategori tidak sehat.
Berdasarkan pantauan di situs AccuWeather, indeks tersebut menunjukkan kondisi udara yang perlu diwaspadai karena berpotensi menimbulkan dampak kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi tersebut juga terlihat di kawasan Alun-Alun Tengku Amir Hamzah, Stabat. Pada Kamis pagi, suasana di kawasan ruang publik itu tampak diselimuti kabut yang cukup tebal.
Tidak terlihat warga yang melaksanakan aktivitas lari pagi sebagaimana biasanya. Kondisi ini membuat suasana alun-alun tampak berbeda dari hari-hari normal.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya melaporkan sebaran asap terdeteksi di seluruh wilayah Sumatera Utara berdasarkan pemantauan citra satelit pada Rabu (14/10).
Pengamatan di sejumlah stasiun meteorologi juga mencatat penurunan jarak pandang menjadi sekitar 1–4 kilometer.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat. Anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan perlu lebih berhati-hati.
Jika terpaksa beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker respirator seperti N95 atau KN95 dapat membantu mengurangi paparan partikel halus. Warga juga disarankan memantau perkembangan kualitas udara dan mengikuti informasi resmi BMKG.
Kondisi ini menjadi perhatian bagi masyarakat Stabat, terutama mereka yang biasa berolahraga pada pagi hari di ruang terbuka. Aktivitas luar ruangan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kualitas udara terkini.
Editor : Fadli













Komentar