Kebakaran di Kos-kosan Jl Jamin Ginting, Tukang Parkir Meninggal Bersama Anak yang Ingin Diselamatkannya

- Pewarta

Rabu, 23 April 2025 - 12:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

MEDAN (Langkatoday)Tukang parkir, Jaka Suhada, ditemukan tewas. Kondisinya berpelukan bersama dua anak yang ingin diselamatkannya dari kobaran api yang melahap sebuah kos-kosan di Jalan Jamin Ginting, Medan Baru, Selasa (22/4) dinihari.

Mirisnya, seorang anak yang ingin diselamatkan bernama Aldo, dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan anak lainnya, Adam, berhasil diselamatkan dengan luka bakar serius.

“Waktu ditemukan petugas Damkar, mereka berpelukan di dalam bak. Si Adam itu yang selamat. Sekarang kritis di rumah sakit,” ucap warga setempat Wana Ginting.

Baca Juga:  Sebut Adli Tama Tak Pantas Menjadi Pemimpin Langkat, Wakil Ketua PC HIMALA Aceh Beri Komentar

Dikatakan Wana, kos-kosan tersebut milik Sumpena Ginting. Kos dihuni oleh 13 orang dengan 8 kamar tidur dan 2 kamar mandi.

Dari ke 13 penghuni, termasuk Jaka Suhada dan istrinya, Niken. Selanjutnya, salah satu kamar dihuni oleh Dwi Handayani bersama suaminya Faisal dan keempat anak mereka.

Jaka awalnya telah berhasil keluar rumah bersama istrinya. Mendengar jeritan Aldo dan Adam, Jaka kembali masuk untuk menyelamatkan keduanya.

Baca Juga:  Setahun Pemerintahan Prabowo–Gibran, Celios: Kinerja Bahlil Terendah!

“Dibasahinya kain, dililitkannya ke kepalanya dan masuk lagi dia ke dalam rumah yang terbakar. Sempat dibangunkannya yang punya kos. Makanya kesal kali, Jaka selamatkan orang, tapi dia yang tidak selamat,” tuturnya.

Sementara penghuni kos-kosan lainnya kini menumpang di rumah kerabat dan teman masing-masing. (Mistar)

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menkeu: Beras Ilegal Rugikan Petani dan Ancam Swasembada Pangan
Nilai Kabupaten Layak Anak Langkat Turun, Ini Penyebabnya
Lebah Begantong, Grup Musik Melayu Asal Medan yang Tampil di Depan Prabowo
Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?
Kronologi Mobil Goyang Digrebek di Kisaran, Diduga Oknum Polisi vs 2 Wanita
HUT ke-81 PMI Langkat, 1.200 Pelajar PMR Bergerak Bersama
BKM Al-Badar dan YPKD Gelar Pangkas Gratis, Saatnya Masjid Harus Bermanfaat bagi Masyarakat
Dari Anggaran hingga Pengadaan, Tiorita Perkuat Komitmen Tata Kelola Langkat

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 00:29 WIB

Menkeu: Beras Ilegal Rugikan Petani dan Ancam Swasembada Pangan

Selasa, 22 September 2026 - 17:14 WIB

Nilai Kabupaten Layak Anak Langkat Turun, Ini Penyebabnya

Selasa, 22 September 2026 - 04:21 WIB

Lebah Begantong, Grup Musik Melayu Asal Medan yang Tampil di Depan Prabowo

Senin, 21 September 2026 - 14:16 WIB

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Sabtu, 19 September 2026 - 20:40 WIB

Kronologi Mobil Goyang Digrebek di Kisaran, Diduga Oknum Polisi vs 2 Wanita

Terbaru

Berita

Nilai Kabupaten Layak Anak Langkat Turun, Ini Penyebabnya

Selasa, 22 Sep 2026 - 17:14 WIB