4 Tahun Langkatoday
Hukum

AMPK Sumut Demo di Polda, Desak Kasus Kematian Tenggo Diambil Alih dari Polres Binjai

YR Siregar
164
×

AMPK Sumut Demo di Polda, Desak Kasus Kematian Tenggo Diambil Alih dari Polres Binjai

Sebarkan artikel ini
channel whastapp langkatoday

Medan, Langkatoday.com – Aliansi Mahasiswa Pejuang Keadilan Sumatera Utara (AMPK Sumut) menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang Mapolda Sumatera Utara, Selasa (19/5).

Massa mendesak Polda Sumut mengambil alih penanganan kasus kematian Tenggo yang terjadi di Jalan Jamin Ginting, Kelurahan Tanah Seribu, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai.

Dalam aksinya, massa menilai penanganan kasus oleh Satreskrim Polres Binjai tidak maksimal dan terkesan mandul karena hingga kini masih ada sejumlah pelaku lain yang disebut belum ditangkap.

Koordinator aksi, Arfi Hasian Hasibuan, mengatakan pihaknya menyoroti penetapan satu tersangka berinisial NG yang dinilai janggal karena berdasarkan video yang beredar terdapat beberapa orang lain yang diduga ikut melakukan penganiayaan terhadap korban.

“Penetapan tersangka atas nama NG yang dilakukan Polres Binjai kami menilai adanya tumpang tindih dikarenakan tersangka hanya satu orang. Sementara berdasarkan video yang kami dapatkan, direkam secara langsung adanya beberapa pelaku lain,” ujar Arfi dalam orasinya.

AMPK Sumut bahkan menduga tersangka NG hanya dijadikan tumbal dalam kasus pengeroyokan yang menewaskan Tenggo.

Dalam video yang disebut dimiliki massa aksi, tampak beberapa orang diduga ikut terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut. Mereka menyebut salah satu pria berbaju putih celana hitam memakai topi hitam diduga berinisial KI. Selain itu ada juga pria berbaju hitam celana pendek cokelat yang disebut berinisial RA serta satu nama lain berinisial AD.

“Dalam video itu tampak baju putih celana panjang hitam pakai topi hitam diduga berinisial KI. Kemudian ada pelaku lain baju hitam celana cokelat pendek diduga berinisial RA dan pelaku berinisial AD,” jelasnya.

Massa juga menduga aksi pengeroyokan dilakukan secara terorganisir dan ada pihak yang menginstruksikan kejadian tersebut.

“Pengeroyokan ini kami duga dilakukan secara terorganisir berdasarkan bukti video. Karena itu kami menilai Polres Binjai tidak maksimal membuka tabir kasus pembunuhan Tenggo,” tegas Arfi.

AMPK Sumut meminta Polda Sumatera Utara turun tangan dan mengambil alih proses penyelidikan demi menjaga rasa keadilan di tengah masyarakat.

Dalam aksi tersebut, massa sempat memblokade jalan di depan Mapolda Sumut sehingga arus lalu lintas tersendat beberapa saat.

Usai menyampaikan tuntutan, massa akhirnya membubarkan diri secara tertib. Mereka mengancam akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa lebih besar apabila tuntutan tidak segera ditindaklanjuti aparat penegak hukum.