4 Tahun Langkatoday
EKBISNasionalPolitik

Rupiah Tertekan ke Level Rp17.223, Dampak Trump Tolak Proposal Damai Iran

Tim Langkatoday
911
×

Rupiah Tertekan ke Level Rp17.223, Dampak Trump Tolak Proposal Damai Iran

Sebarkan artikel ini
channel whastapp langkatoday

Jakarta, Langkatoday.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpantau melemah pada pembukaan perdagangan Selasa pagi (28/4). Rupiah merosot 12 poin atau 0,07 persen ke level Rp17.223 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp17.211.

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian perdamaian di Timur Tengah (Timteng) setelah Amerika Serikat dilaporkan menolak proposal perdamaian terbaru dari Iran.

Trump Tidak Puas dengan Tawaran Teheran

Berdasarkan laporan Anadolu, Presiden AS Donald Trump bertemu dengan tim keamanan nasionalnya pada Senin (27/4) untuk membahas draf kesepakatan dari Teheran. Namun, Trump dikabarkan tidak puas karena Iran hanya menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dan pengakhiran blokade jalur air, tanpa menyentuh pembahasan penghentian program nuklir.

Pihak Iran tetap bersikeras pada hak mereka untuk melakukan pengayaan uranium, sementara Washington menuntut penghentian total aktivitas nuklir tersebut sebagai syarat mutlak perdamaian. Pejabat AS menyebut bahwa menerima proposal Iran saat ini akan dianggap sebagai kekalahan politik bagi Trump secara terbuka.

Kegagalan Diplomasi di Islamabad

Upaya diplomatik untuk mengakhiri perang yang meletus sejak 28 Februari lalu tampaknya menemui jalan buntu. Sebelumnya, kedua negara sempat mengadakan pembicaraan di Islamabad pada 11 April, namun gagal mencapai kesepakatan.

Kondisi semakin diperparah setelah Trump membatalkan keberangkatan utusan khususnya, Jared Kushner dan Steve Witkoff, ke Pakistan akhir pekan ini. Padahal, dunia sangat bergantung pada pembukaan kembali Selat Hormuz guna menstabilkan pasokan energi global.

Dampak ke Ekonomi Nasional

Ketidakpastian ini membuat pasar beralih ke aset aman (risk off), yang menyebabkan indeks dolar AS dan harga minyak mentah dunia kembali merangkak naik. Lonjakan harga minyak global inilah yang memberikan tekanan ganda bagi mata uang Garuda.

“Rupiah diperkirakan masih akan tertekan akibat sentimen ketidakpastian di Timur Tengah ini,” ujar Lukman Leong. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, nilai tukar rupiah diprediksi akan bergerak di kisaran Rp17.150 hingga Rp17.300 per dolar AS sepanjang hari ini.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan geopolitik ini, mengingat dampaknya yang sangat terasa pada biaya logistik dan harga-harga komoditas impor di dalam negeri.