Jakarta, Langkatoday.com – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan pada awal perdagangan pasar spot, Rabu (20/5). Mata uang Garuda dibuka melemah ke level Rp17.689 per dolar Amerika Serikat (AS).
Posisi tersebut membuat rupiah turun sekitar 0,18 persen dibanding penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.706 per dolar AS.
Pelemahan itu sekaligus menjadikan rupiah sebagai mata uang dengan penurunan terdalam di kawasan Asia pada perdagangan pagi ini.
Hingga pukul 09.45 WIB, mayoritas mata uang Asia bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia tercatat ikut melemah sebesar 0,09 persen, disusul dolar Taiwan yang turun 0,07 persen serta baht Thailand yang terkoreksi 0,06 persen.
Won Korea Selatan juga tercatat melemah sekitar 0,04 persen terhadap dolar AS. Sementara dolar Hong Kong bergerak tipis dengan pelemahan sekitar 0,008 persen.
Di sisi lain, yen Jepang justru menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah naik sekitar 0,02 persen terhadap dolar AS.
Selain itu, peso Filipina turut menguat sekitar 0,008 persen dan yuan China naik tipis sebesar 0,006 persen. Dolar Singapura juga tercatat bergerak stabil dengan kecenderungan menguat.
Tekanan terhadap rupiah diperkirakan masih dipengaruhi sentimen global, termasuk penguatan dolar AS serta meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi dan geopolitik dunia.

.png)
