Dosen IKH Medan Sulap Kulit Batang Asam Kandis Jadi Face Mist Herbal Antioksidan

- Pewarta

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 10:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

STABAT | LANGKATODAY — Tim dosen dari Institut Kesehatan Helvetia Medan (IKH Medan) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Kulit Batang Asam Kandis untuk Pembuatan Face Mist Herbal Antioksidan” yang dilaksanakan di Kelurahan Paya Mabar, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Kamis (02/10).

Kegiatan ini diketuai oleh apt. Hanafis Sastra Winata, S.Farm., M.Si, dengan anggota tim apt. Leny, S.Farm., M.Si dan Hendri Faisal, S.Si., M.Si. Pelaksanaan program ini mendapat dukungan penuh dari Civitas Akademika Institut Kesehatan Helvetia Medan serta Lurah Kelurahan Paya Mabar beserta jajaran perangkat kelurahan.

Dalam kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada inovasi pemanfaatan kulit batang asam kandis (Garcinia xanthochymus) sebagai bahan alami yang memiliki kandungan antioksidan tinggi, sehingga berpotensi dijadikan bahan dasar pembuatan face mist herbal.

Baca Juga:  Filipina Kelelahan Jelang Lawan Indonesia di Piala AFF

Melalui pelatihan tersebut, warga mendapatkan edukasi mengenai manfaat bahan alam lokal serta keterampilan praktis dalam proses pembuatan face mist secara sederhana, higienis, dan bernilai ekonomi.

Ketua tim pelaksana, apt. Hanafis Sastra Winata, S.Farm., M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen perguruan tinggi dalam mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini mampu membuka wawasan dan menginspirasi masyarakat untuk terus mengembangkan potensi bahan alam lokal seperti asam kandis menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi tinggi,” ujar Hanafis.

Baca Juga:  Dosen IKH Medan Edukasi Tenaga Medis GBI Rumah Persembahan Soal Penggunaan APD yang Tepat

Masyarakat Kelurahan Paya Mabar tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari sesi pengenalan bahan, proses ekstraksi sederhana, hingga formulasi produk face mist herbal. Semangat dan partisipasi aktif warga menjadi bukti nyata bahwa kegiatan berbasis inovasi lokal ini dapat diterima dan bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam pengembangan produk herbal lokal yang berdaya saing dan ramah lingkungan, sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat berbasis potensi sumber daya alam daerah.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Langkat Ingin Naik Kelas, Tiorita Pelajari Tata Kelola Digital Pemkot Bandung
Hana Kuraki, Aktris AV Jepang, Dikabarkan Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun
Keracunan MBG Makin Marak, SPPG Diusulkan Kena Denda hingga Pidana
Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG, 13 Dirawat
Sebelum Dicopot, Purbaya Mau Sikat Perusahaan Asing yang Hina Aturan RI
Ustadz Maulana Ceramah di Karo Bermunajat: Maknai Pilar, Isi dan Tujuan Kehidupan
Hutama Karya Bayar PBB-P2 Rp15,91 Miliar, Tiorita Dorong Kontribusi ke UMKM Langkat
Pertamina Bayar PBB-P2 Rp11,95 Miliar, Tiorita Apresiasi Kepatuhan Pajak

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 22:56 WIB

Langkat Ingin Naik Kelas, Tiorita Pelajari Tata Kelola Digital Pemkot Bandung

Rabu, 16 September 2026 - 20:32 WIB

Hana Kuraki, Aktris AV Jepang, Dikabarkan Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun

Selasa, 15 September 2026 - 20:25 WIB

Keracunan MBG Makin Marak, SPPG Diusulkan Kena Denda hingga Pidana

Selasa, 15 September 2026 - 14:39 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG, 13 Dirawat

Selasa, 15 September 2026 - 10:40 WIB

Sebelum Dicopot, Purbaya Mau Sikat Perusahaan Asing yang Hina Aturan RI

Terbaru

Sajian Khusus

Cicilan Kekecewaan: Kritik atas Ambisi Rektor Dua Periode

Rabu, 16 Sep 2026 - 14:36 WIB