Dari Ujung Langkat, Tiorita Canangkan Titik Nol dan Dorong Pemerataan Pembangunan di Pematang Jaya

- Pewarta

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Pematang Jaya, Langkatoday.com – Dari wilayah paling ujung Kabupaten Langkat yang berbatasan langsung dengan Provinsi Aceh, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti, S.H. menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong pemerataan pembangunan hingga kawasan perbatasan.

Komitmen tersebut ditandai dengan pencanangan titik nol Kabupaten Langkat sekaligus penyaluran berbagai bantuan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Pematang Jaya, Rabu (7/10).

Pencanangan yang berlangsung di Desa Salahaji itu bukan hanya menjadi penanda geografis, tetapi juga simbol perhatian pemerintah daerah terhadap wilayah perbatasan yang selama ini menghadapi tantangan pembangunan dan konektivitas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan sekadar titik awal secara geografis, tetapi menjadi simbol bahwa pembangunan Kabupaten Langkat harus dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk masyarakat yang berada di wilayah paling ujung dan kawasan perbatasan,” ujar Tiorita.

Puluhan Miliar Digelontorkan

Pemkab Langkat menyebut dukungan anggaran untuk Kecamatan Pematang Jaya mencapai puluhan miliar rupiah melalui APBD 2026.

Anggaran tersebut diarahkan untuk berbagai kebutuhan pembangunan, mulai dari infrastruktur jalan dan jembatan, pembangunan Pasar Desa Limau Mungkur, jalan lingkungan, drainase hingga kebutuhan infrastruktur lainnyaembangunan Pasar Desa Limau Mungkur menjadi salah satu proyek yang diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Pasar tersebut diharapkan menjadi ruang pemasaran bagi hasil pertanian dan perikanan lokal sekaligus memperkuat perputaran ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan.

Bantuan Pertanian hingga Usaha Masyarakat

Selain pembangunan fisik, Pemkab Langkat juga menyalurkan berbagai bantuan untuk mendukung sektor pertanian, perikanan, usaha masyarakat, keagamaan dan kepemudaan.

Baca Juga:  Diresmikan Kemenkum, 277 Pos Bantuan Hukum Siap Layani Masyarakat Langkat

Di sektor pertanian dan perikanan, bantuan yang disalurkan antara lain dua unit traktor roda dua, sarana bioflok beserta bibit dan pakan ikan lele serta nila, bibit ikan gurami dan nila, benur udang windu dan vaname beserta pakan, serta bibit padi dan cabai merah untuk sejumlah kelompok tani.

Sementara untuk mendukung usaha masyarakat, pemerintah menyalurkan satu unit mesin kopi, oven gas, mixer, perlengkapan kursi pangkas, lima chest freezer dan lima cool box.

Dukungan juga diberikan kepada sejumlah lembaga keagamaan di Kecamatan Pematang Jaya.

BKM Nurul Huda, BKM Baitul Jamik dan BKM Baitul Huda masing-masing menerima bantuan Rp15 juta. Sementara Musholla Aulia Azmi dan Musholla An Nur masing-masing memperoleh Rp7,5 juta.

Bantuan lainnya diberikan kepada TPQ Rakyat Pematang sebesar Rp5 juta dan LPTQ Kecamatan Pematang Jaya sebesar Rp7 juta.

Untuk bidang kepemudaan, pemerintah menyerahkan satu set perlengkapan bola voli berupa net dan bola.

Perbatasan Jadi Perhatian

Tiorita mengatakan posisi Pematang Jaya yang berbatasan langsung dengan Aceh memiliki nilai strategis bagi Kabupaten Langkat.

Namun, kawasan tersebut juga menghadapi tantangan tersendiri, terutama terkait infrastruktur, konektivitas, pelayanan dasar dan penguatan ekonomi masyarakat.

Karena itu, menurut Tiorita, pembangunan tidak boleh hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu.

“Pembangunan tidak boleh hanya terpusat di wilayah tertentu. Masyarakat di Pematang Jaya juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan dan menikmati hasil pembangunan,” tegasnya.

Baca Juga:  Kabar Baik! Jalan Rusak Parah di Langkat Akan Diperbaiki Mulai April 2026

Ia memastikan kawasan perbatasan tetap menjadi perhatian pemerintah daerah melalui pembangunan infrastruktur, akses pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat sesuai kemampuan dan prioritas pembangunan daerah.

Titik Nol Diproyeksikan Jadi Ikon

Selain menjadi simbol geografis, Tiorita berharap kawasan titik nol yang telah dicanangkan dapat dirawat dan dikembangkan menjadi salah satu ikon Kabupaten Langkat.

Kawasan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi penanda wilayah, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang edukasi mengenai sejarah, wilayah dan identitas Kabupaten Langkat.

Tiorita juga mengingatkan bahwa pembangunan kawasan perbatasan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar pembangunan dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Camat Pematang Jaya Amin Ritonga menyampaikan apresiasi terhadap perhatian Pemkab Langkat terhadap wilayahnya.

Ia memastikan pemerintah kecamatan siap berkolaborasi dalam mendorong pembangunan di kawasan perbatasan.

“Kami dari Kecamatan Pematang Jaya siap mendukung kepemimpinan Ibu Plt. Bupati Langkat, khususnya dalam membangun Kecamatan Pematang Jaya,” ujarnya.

Pencanangan titik nol tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa kawasan perbatasan bukan sekadar wilayah paling ujung secara geografis, tetapi memiliki posisi strategis dalam pembangunan dan masa depan Kabupaten Langkat.

Dari Pematang Jaya, pemerintah daerah ingin menunjukkan bahwa agenda pemerataan pembangunan harus bergerak hingga ke pelosok dan wilayah perbatasan.

Editor : Fadli

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Kunjungan Wapres, Tiorita Matangkan Persiapan Panen Raya di Langkat
Pemkab Langkat Gandeng Kejaksaan Kawal Dunia Pendidikan, Hotline Jaksa Sahabat Pendidik Diluncurkan
Tiorita Tegaskan Tak Boleh Ada Anak Langkat Putus Sekolah
Tiorita Dukung 5 Hari Sekolah, Tekankan Pendidikan Karakter dan Peran Orang Tua
Pastikan PKK Tetap Solid, Tiorita: Program Harus Berjalan dan Manfaatnya Dirasakan Masyarakat
Sidang Korupsi Langkat Bongkar Dugaan Pengaturan Proyek, Saksi Sebut Nama Ondim
Alat Pengaspalan Rusak, Jalan Gebang-Hinai Belum Diaspal hingga 2 Oktober
Pasar Rawa dan Pelawi Utara Diusulkan Jadi Kampung Kreatif, Ada BKK hingga Rp50 Miliar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Jelang Kunjungan Wapres, Tiorita Matangkan Persiapan Panen Raya di Langkat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Dari Ujung Langkat, Tiorita Canangkan Titik Nol dan Dorong Pemerataan Pembangunan di Pematang Jaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Tiorita Tegaskan Tak Boleh Ada Anak Langkat Putus Sekolah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Tiorita Dukung 5 Hari Sekolah, Tekankan Pendidikan Karakter dan Peran Orang Tua

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:29 WIB

Pastikan PKK Tetap Solid, Tiorita: Program Harus Berjalan dan Manfaatnya Dirasakan Masyarakat

Terbaru

Hukum

Hari Ini KPK Panggil Menteri ATR/BPN Nusron Wahid

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:51 WIB