Buntut Protes Wali Murid SMAN 21 Medan, Kepala SPPG Medan-Binjai 2 Akui Kesalahan dan Minta Maaf

- Pewarta

Selasa, 3 Maret 2026 - 09:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Medan, Langkatoday.com – Keluhan orang tua siswa SMA Negeri 21 Medan terkait buruknya kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya mendapat respons resmi. Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medan Denai Binjai 2, Andriko Nuwari Asisi, ST, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah dan orang tua murid.

Polemik ini mencuat setelah paket MBG yang dibagikan pada Rabu (25/2) dinilai tidak layak konsumsi dan jauh dari standar gizi yang dijanjikan pemerintah.

Klarifikasi SPPG: “Tertimpa dan Belum Matang”

Dalam surat tertulisnya tertanggal 28 Februari, Andriko mengklarifikasi kondisi menu yang menjadi sorotan. Ia mengakui adanya buah alpukat yang masih mentah serta buah kurma dalam kondisi “bonyok” atau lembek.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kondisi kurma yang lembek kemungkinan karena terhimpit di dalam tas jinjing (tote bag) yang berisi 30 porsi. Kami memohon maaf kepada Kepala SMAN 21 Medan atas kejadian ini. Kedepannya, kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan agar sesuai harapan sekolah penerima,” urai Andriko.

Baca Juga:  Siswa Keracunan MBG, Kepala Badan Gizi Nasional Ternyata Ahli Serangga Bukan Ahli Gizi

Wali Murid: “Jangan Jadikan Nyawa Anak sebagai Bisnis!”

Meski pihak SPPG telah meminta maaf, kekecewaan mendalam masih dirasakan para orang tua. Yuli (45), salah satu wali murid, membeberkan bahwa masalah ini bukan yang pertama kali terjadi. Ia menyebut kualitas menu MBG di SMAN 21 Medan sering kali tidak masuk akal jika dibandingkan dengan anggaran Rp15.000 per porsi.

“Anak saya hanya dapat roti kemasan seharga Rp1.500 dua bungkus, kurma bonyok, dan pokat mentah. Bahkan sebelumnya, mereka pernah dikasih telur bebek yang hampir satu kelas kondisinya masih mentah. Ini uang negara, menunya jangan asal jadi,” tegas Yuli dengan nada kesal, Rabu (26/2).

Yuli juga menyoroti jarangnya pemberian susu dan minimnya karbohidrat serta protein yang dibutuhkan siswa untuk belajar, terutama saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Ia mendesak pihak sekolah untuk lebih kritis dan tidak membiarkan menu yang tidak layak lolos dari pengawasan.

Baca Juga:  Kepala BGN Dadan Hindayana Bangga, 60 Persen Pegawai SPPG Bisa Beli Motor Berkat MBG

Sorotan pada Pengawasan Sekolah

Kritik tajam juga mengarah pada pihak sekolah. Pasalnya, sesaat setelah keluhan orang tua viral, muncul pesan berantai yang meminta siswa melapor ke guru jika menu tidak sesuai.

“Kenapa baru sekarang geger setelah diprotes orang tua ke Dinas Pendidikan? Jangan tunggu ada korban keracunan baru bertindak. Kalau SPPG tidak sanggup, lambaikan tangan, ganti! Jangan demi kepentingan bisnis, anak-anak jadi korban,” pungkas Yuli.

Masyarakat kini berharap permohonan maaf dari pihak SPPG Medan Denai Binjai 2 bukan sekadar formalitas, melainkan titik balik perbaikan total dalam distribusi program strategis nasional ini di wilayah Sumatera Utara.

Poin Utama Keluhan Wali Murid:

  • Kualitas Bahan: Alpukat mentah, kurma bonyok, dan telur bebek mentah.
  • Ketidaksesuaian Gizi: Menu didominasi roti kemasan, minim protein dan susu.
  • Transparansi Anggaran: Menu yang diterima dinilai jauh di bawah nilai anggaran Rp15.000/porsi.
  • Sistem Laporan: Sekolah dinilai lambat merespons sebelum ada protes keras dari wali murid.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal
Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung
Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Respons Aspirasi Warga, Pemkab Langkat Pastikan Perbaikan Jalan di Kecamatan Binjai Masuki Tahapan Tender
Tiorita Dorong Perbaikan Tanggul Paya Bunder, Tim Provinsi Turun Survei
Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:10 WIB

HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB

Langkat Terkini

Tindak Lanjuti Sidak, Tiorita Apresiasi Pembenahan Kantor Camat Hinai

Senin, 19 Okt 2026 - 18:08 WIB