Berita

Jemaah Haji Asal Langkat dan Guru Tahfidzul Qur’an Ulumul Qur’an Stabat Wafat di Tanah Suci

Tim Langkatoday
2241
×

Jemaah Haji Asal Langkat dan Guru Tahfidzul Qur’an Ulumul Qur’an Stabat Wafat di Tanah Suci

Sebarkan artikel ini
channel whastapp langkatoday

Stabat, Langkatoday.com – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Pondok Pesantren Ulumul Qur’an Stabat dan masyarakat Kabupaten Langkat. Seorang jemaah haji asal Langkat, Dra. Hj. Nadhirah, S.Q binti Sirajuddin, dilaporkan meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, Arab Saudi.

Almarhumah yang tergabung dalam Kloter 2 KNO wafat pada Jumat (29/5) atau bertepatan dengan 12 Zulhijjah 1447 Hijriah di RS Mina Al Wadeed setelah mengalami gangguan kesehatan akibat penyakit jantung yang dideritanya.

Selain dikenal sebagai jemaah haji asal Kabupaten Langkat, almarhumah juga merupakan Guru Tahfidzul Qur’an di Pondok Pesantren Ulumul Qur’an Stabat. Selama hidupnya, beliau dikenal sebagai sosok pendidik yang tekun membimbing para santri dalam menghafal dan memahami Al-Qur’an.

Dedikasi almarhumah dalam dunia pendidikan Islam telah melahirkan banyak generasi penghafal Al-Qur’an. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan sejawat, para santri, serta masyarakat yang mengenalnya.

Humas Kanwil Kementerian Haji Sumatera Utara, Suci Ramadhani, menjelaskan bahwa sebelum meninggal dunia, almarhumah sempat mengalami sesak napas di tenda jemaah di Mina. Kondisinya sempat membaik, namun saat berada di dalam bus menuju lokasi berikutnya, almarhumah mengalami penurunan kesadaran hingga akhirnya mengalami henti jantung dan dilarikan ke rumah sakit.

Pondok Pesantren Ulumul Qur’an Stabat melalui unggahan belasungkawa resminya turut mendoakan agar almarhumah memperoleh husnul khatimah, seluruh amal ibadahnya diterima Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan.

Kepergian Dra. Hj. Nadhirah, S.Q menjadi kehilangan besar bagi dunia pendidikan Al-Qur’an di Kabupaten Langkat. Semangat dan pengabdiannya dalam membina generasi Qur’ani diharapkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan menginspirasi para santri untuk melanjutkan perjuangan beliau.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.”