4 Tahun Langkatoday
Berita

Menkeu Purbaya Berangkat Haji: Bawa Doa Khusus Agar Indonesia “Kaya Bareng” di Tahun 2029

Tim Langkatoday
695
×

Menkeu Purbaya Berangkat Haji: Bawa Doa Khusus Agar Indonesia “Kaya Bareng” di Tahun 2029

Sebarkan artikel ini
Foto: hamidah.id
channel whastapp langkatoday

Jakarta, Langkatoday.com – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, membawa misi spiritual sekaligus optimisme ekonomi dalam perjalanan ibadah hajinya tahun ini. Menjelang keberangkatannya ke tanah suci pada 21 Mei 2026 mendatang, Purbaya mengungkapkan akan memanjatkan doa khusus demi kemajuan ekonomi bangsa.

Ia berharap pertumbuhan ekonomi nasional terus menguat secara konsisten agar kesejahteraan masyarakat meningkat signifikan dalam waktu dekat.

“Doa supaya kita ekonominya bagus terus, pertumbuhan makin kuat, tiga tahun lagi (2029) kita kaya bareng-bareng,” ujar Purbaya dengan optimis, Rabu (6/5).

Target Pertumbuhan Ekonomi Mendekati 6 Persen

Optimisme sang Menteri Keuangan bukan tanpa dasar. Meski dunia sedang dihantam ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah dan melonjaknya harga energi, Purbaya meyakini ekonomi Indonesia tetap tangguh.

Dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Kamis (7/5), ia menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini bisa menembus angka di atas target APBN.

“Target di APBN itu 5,4 persen tahun ini. Kita akan dorong terus ke atas, mudah-mudahan bisa mendekati 6 persen sampai akhir tahun,” ungkapnya.

Keluar dari “Kutukan” 5 Persen

Purbaya menegaskan bahwa Indonesia kini telah menunjukkan sinyal positif dengan mematahkan tren pertumbuhan yang selama ini tertahan di angka 5 persen. Data terbaru menunjukkan performa ekonomi yang menjanjikan:

  • Kuartal IV 2025: Tumbuh 5,39% (yoy).
  • Kuartal I 2026: Melaju di angka 5,61% (yoy).

“Kalau saya bilang, kita sudah keluar dari kutukan pertumbuhan 5 persen. Strategi menjaga likuiditas dan penguatan belanja negara mulai menunjukkan hasil yang akurat,” tambahnya.

APBN Sebagai Perisai Ekonomi

Pemerintah berkomitmen menjadikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen utama atau shock absorber untuk meredam tekanan global. Stimulus ekonomi akan terus diguyur guna menjaga momentum pertumbuhan agar tidak kendor di kuartal-kuartal berikutnya.

Kabar ini menjadi angin segar bagi para pelaku usaha dan masyarakat, di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah dan harga BBM nonsubsidi yang baru saja mengalami penyesuaian.